INTERNASIONAL

Ribuan Pemukim Yahudi Serbu Al-Aqsa, Ben-Gvir Kembali Lancarkan Provokasi

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir bergabung dengan para pemukim dan kelompok sayap kanan di kompleks suci tersebut di bawah pengamanan ketat polisi.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Yordania juga mengecam kunjungan Ben-Gvir, dengan menyebutnya sebagai “penodaan terhadap kesucian masjid, tindakan eskalatif, barbar, dan provokasi yang tidak dapat diterima.”

Juru bicara kementerian tersebut, Fouad Majali, mengatakan tindakan semacam itu melanggar status historis dan hukum yang selama ini berlaku di kawasan suci tersebut.

Pemerintah Yordania mendesak masyarakat internasional untuk menekan Israel agar menghentikan apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran yang terus berlangsung terhadap situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem.

Menurut Nour Odeh, keterlibatan tokoh-tokoh dari Partai Likud, partai yang berkuasa di Israel, menunjukkan adanya pergeseran politik yang mendasar. Para pejabat Palestina dan tokoh-tokoh Muslim menilai bahwa seruan untuk membangun kembali Bait Suci Yahudi di lokasi Al-Aqsa kini telah memperoleh dukungan dari tokoh-tokoh penting di pemerintahan dan parlemen Israel.

Odeh menambahkan bahwa aksi-aksi tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga Jumat dan berpotensi memicu bentrokan lebih lanjut. Hal ini mengingat salat Jumat di Masjid Al-Aqsa biasanya dihadiri ribuan jemaah.

Sebelumnya, Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina juga mengecam seruan untuk melakukan penyerbuan ke Al-Aqsa sebagai eskalasi berbahaya yang bertujuan mengubah status historis dan hukum kawasan tersebut. Kementerian itu mendesak masyarakat internasional untuk menekan Israel agar menghentikan tindakan tersebut.

Israel menduduki Yerusalem Timur sejak Perang Arab-Israel tahun 1967 dan kemudian mencaplok wilayah itu pada 1980. Langkah pencaplokan tersebut tidak diakui oleh masyarakat internasional. []

Heba Habib

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button