INTERNASIONAL

Rumahnya Digeledah Agen Federal, Legislator AS Ilhan Omar: Saya Tidak Akan Dibungkam!

Jakarta (Suaraislam.id) — Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Ilhan Omar, mengkritik keras penggeledahan federal di rumahnya pada Senin (12/10). Ia menggambarkan operasi tersebut sebagai upaya pemerintahan Donald Trump untuk mengintimidasi lawan-lawan politiknya.

“Jangan salah: ini adalah upaya untuk menyasar musuh politik dan mempersenjatai penegak hukum federal,” tulis Omar di platform media sosial AS, X, seraya memastikan dirinya dalam keadaan aman dan menambahkan: “Saya tidak akan dibungkam.”

Perwakilan dari Minnesota—yang juga merupakan perempuan Somalia-Amerika pertama di Kongres AS—berpendapat bahwa penggerebekan tersebut adalah eskalasi terbaru dari pola pelecehan selama satu dekade. Ia menyebut Trump telah menyasarnya dengan “kebohongan tak berdasar dan kampanye fitnah.”

Kantor Anggota Dewan Mengutuk ‘Penyalahgunaan Kekuasaan yang Keterlaluan’

Kantor kongres Omar mengecam operasi pagi hari oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security/DHS) tersebut sebagai “penyalahgunaan kekuasaan yang keterlaluan.” Mereka juga menggambarkan langkah tersebut sebagai “eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Kantor tersebut mengecam “penggerebekan federal yang tidak berguna” itu dan menegaskan bahwa Omar “tidak melakukan kesalahan apa pun.”

“Tidak boleh ada presiden yang dapat menggunakan kekuatan pemerintah federal untuk mengintimidasi musuh-musuh politiknya,” tegas pernyataan tersebut.

Sejumlah agen federal melaksanakan surat perintah penggeledahan yang telah disetujui pengadilan di kediaman Omar di Washington, DC pada pukul 06.00 waktu setempat (10.00 GMT). Departemen Kehakiman mengonfirmasi bahwa Penyelidikan Keamanan Dalam Negeri (Homeland Security Investigations/HSI) melaksanakan surat perintah yang sah secara hukum tersebut sebagai bagian dari penyelidikan aktif federal terhadap dokumen imigrasi yang diselesaikan pada masa kecilnya, menurut laporan Fox News.

Setelah keluarganya mendapatkan suaka, Omar yang saat itu berusia 12 tahun tiba di AS pada tahun 1995 dari Somalia, negara di Afrika tempat ia dilahirkan. Ketegangan antara legislator tersebut dan Trump kian intens di tengah penindakan keras imigrasi federal di seluruh Minnesota.[]

Sumber: Anadolu Agency

Back to top button