INTERNASIONAL

Standar Ganda Pemilu Israel: Pemimpin Arab Didepak, Kelompok Ekstremis Melenggang

Oleh: Usaid Siddiqui

Seorang politikus ternama berdarah Palestina-Israel terpaksa mengundurkan diri dari pemilihan umum mendatang akibat pernyataannya mengenai perang Gaza. Sementara itu, para pemimpin sayap kanan ekstrem Israel tetap tidak tersentuh meskipun kerap melontarkan retorika provokatif dan seruan kekerasan terhadap warga Palestina.

Lembaga-lembaga politik Israel, termasuk badan penyelenggara pemilu, dituduh menerapkan standar ganda karena secara khusus menargetkan para politikus dan partai-partai warga Palestina di Israel.

Sami Abu Shehadeh, pemimpin Partai Balad, menarik pencalonannya setelah Mahkamah Agung memperingatkan bahwa dirinya dapat didiskualifikasi dari bursa pemilu. Dia menyebut keputusan yang mendiskualifikasi dirinya dari pemilu mendatang sebagai “bencana sejarah bagi demokrasi”.

Peringatan Mahkamah Agung tersebut mengemuka setelah Komite Pemilu Pusat Israel melarang dia maju menyusul komentar yang dilontarkannya mengenai perang di Gaza.

Pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang kembali memicu sorotan tajam atas berbagai rintangan yang dihadapi warga Palestina pemegang kewarganegaraan Israel dalam meraih keterwakilan politik.

Para pakar dan kritikus, termasuk kelompok hak asasi manusia Palestina, menuduh otoritas sistem pemilu menerapkan standar ganda. Dalam praktik tersebut, para kandidat Arab terus diupayakan untuk dicoret dari surat suara, sedangkan politikus sayap kanan ekstrem Israel yang berulang kali menghasut kekerasan terhadap warga Palestina justru diizinkan bertarung.

“Sejak dulu sistem politik dan elite politik Israel selalu merancang tata kelola sedemikian rupa untuk memastikan bahwa negara ini tetap menjadi negara Zionis, bukan sekadar negara Yahudi,” ungkap Zaidon Alkinani, direktur pendiri Arab Perspectives Institute, kepada Al Jazeera.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi, dan apa yang diungkapkan oleh kontroversi ini terkait partisipasi warga Palestina dalam pemilu Israel?

Siapakah Sami Abu Shehadeh?

Abu Shehadeh adalah seorang sejarawan asal Jaffa sekaligus pemimpin Balad, sebuah partai nasionalis Palestina yang memperjuangkan kesetaraan hak bagi seluruh warga negara Israel. Dia pernah menjabat sebagai anggota Knesset dari tahun 2019 hingga 2022.

Pencalonannya digugat oleh Menteri Keamanan Nasional Israel dari kelompok sayap kanan ekstrem, Itamar Ben-Gvir, terkait sebuah artikel yang terbit pada 8 Oktober 2023—sehari setelah serangan yang dipimpin Hamas ke Israel—yang dia sebut sebagai “peristiwa sejarah yang penting”.

Jaksa Agung Gali Baharav-Miara mendukung diskualifikasi tersebut dengan berargumen bahwa pemilihan kata dalam artikel itu dapat dikategorikan sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan bersenjata.

Saat berbicara di Mahkamah Agung pada Kamis, Abu Shehadeh menegaskan bahwa dirinya tidak mendukung “perjuangan bersenjata”, tetapi mengakui adanya kekeliruan redaksional pada salah satu paragraf dalam artikel tersebut. Pemimpin Balad itu menjelaskan bahwa niat utamanya adalah mendesak agar konflik dialihkan ke proses politik.

1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button