NASIONAL

Taufiq Ismail: Melalui Pentas Seni, PKI Melecehkan Tuhan dan Menajiskan Agama

Pendustaan agama oleh PKI yang dilakukan melalui pementasan rupanya tidak hanya topik ‘Matine Gusti Allah’ tapi banyak.

Diungkapkan Taufiq, PKI juga pernah mengangkat tema tentang Allah yang menikah, Gusti Allah jadi manten atau Gusti Allah jadi penganten.

Ada juga tema “Rabine Gusti Allah”-perkawinan Allah, “Gusti Allah Mantu”-Allah bermenantu. “Kemudian Rabine Malaikat-malaikat nikah, Gusti Allah Bingung,” ujar Taufiq.

Menurutnya, kenapa semua itu terjadi, kenapa mereka melakukan berbagai pelecehan itu? “Mereka menyiapkan situasi untuk merebut kekuasaaan,” jelas Taufiq.

“Jadi apa yang terjadi upaya perebutan kekuasaan di tahun 65 bukan begitu saja terjadi secara politis, tapi di bidang seni budaya, ini yang mereka lakukan,” jelasnya.

Menurut Taufiq, hal ini tentu tidak dibenarkan dalam ajaran islam dan pelecehan terhadap agama yang dilakukan PKI itulah bukti bahwa kelompok itu memang tidak bertuhan.

Taufiq Ismail mengungkapkan, pementasan tersebut dilakukan PKI dan kelompok ludruk dari satu panggung ke panggung lainnya di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah selama tahun 1963-1965.

Meski demikian, kata Taufiq, walau ketika itu PKI dominan, umat Islam tidak tinggal diam. Seperti misalnya saat pementasan dengan tema ‘Matine Gusti Allah’ di salah satu daerah, mereka digrebek dan para pemainnya dipukuli oleh Banser.

Taufiq mengatakan, umat Islam ketika itu masih ada ketakutan untuk bergerak jika dalam urusan politik. Akan tetapi jika menyangkut agama, apalagi Allah yang dilecehkan, mereka tak segan-segan untuk melakukan pembelaan.

red: adhila

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button