AL-QUR'AN & HADITS

Tiada Kalam Seindah Al-Qur’an

Salah satu ciri mukjizat Al-Qur’an ialah (sifat i’jaz nafsi) meluluhkan jiwa atau melunakkan hati. Tidak sedikit yang menyatakan beriman atas nama keagungan dan ketinggian sang mukjizat Al-Qur’an.

“Dan apabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rosul (Muhammad) , kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur’an) yang telah mereka ketahui” [QS. Al Maidah: 83]

Pengakuan sastrawan Quraiys Al Walid bin Mughirah, tatkala mendengarkan ayat Al-Qur’an dia berkata: “Sungguh padanya ada kenikmatan, atasnya ada keindahan, akarnya menyejukkan, buahnya segar menggiurkan, sungguh kalimat yang tinggi, tak ada kata-kata yang mampu menandingi, dan pastilah kalah apapun yang menyaingi.”

قُلْ ءَامِنُوا بِهِۦٓ أَوْ لَا تُؤْمِنُوٓا ۚ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِۦٓ إِذَا يُتْلٰى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا

Katakanlah (Muhammad), “Berimanlah kamu kepadanya (Al-Qur’an) atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al-Qur’an) dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah, bersujud,” [QS. Al-Isra’: 107]

وَيَقُولُونَ سُبْحٰنَ رَبِّنَآ إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا

dan mereka berkata, “Mahasuci Tuhan Kami; sungguh, janji Tuhan Kami pasti dipenuhi.” [QS. Al-Isra’: 108]

Berikut ini kesaksian para tokoh Quraisy yang masuk islam karenanya, diantaranya:

Pertama. Utsbah bin Rabiah, memeluk Islam dengan hati bulat mendengar Nabi Saw membaca sepenggal dari surat Fushilat. Saat ia kembali ke kelompoknya, kawan-kawan sejawatnya bertanya, “Ada apa Utsbah, apa yang kau ketahui?”, Utsbah menjawab “demi Allah, aku belum pernah mendengar sebelumnya, tapi yang jelas yang ini bukanlah syair, sihir ataupun mantra. Demi Allah apa yang aku dengar itu adalah kalam suci yang sangat agung”.

Kedua, Umar bin khattab, membeberkan kesaksiannya, bahwa hatinya tergetar dan menangis usai mendengar surat Thaha yang dibaca oleh adik perempuan dan istrinya. Tak berpikir panjang Umar beranjak menemui Nabi Saw dan menyatakan masuk islam.

Ketiga, Thufail bin amr ad Dusi, memeluk islam sesaat setelah mendengar bacaan Al-Qur’an, dan merasa takjub dengan Al-Qur’an, “Demi Allah, aku belum pernah mendengar kalimat-kalimat seindah itu sebelumnya, dan aku mengucapkan syahadat keislamanku”.

Keempat, Jubair bin Math’am, menuturkan bahwa hatinya bergetar hebat dan diliputi rasa takut saat mendengar Nabi Saw membaca surat At Thur pada waktu shalat Subuh, tatkala sampai pada ayat yang menerangkan tentang adzab, Jubair takut dan menangis, lalu mendatangi Nabi Saw dan menyatakan keislamannya.

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

Artikel Terkait

Back to top button