#Piala Dunia 2026SPORTS

Warga Arab-Amerika Pilih Spanyol karena Konsisten Bela Palestina

Turnamen ini telah menunjukkan persatuan dan solidaritas di dalam komunitas Arab-Amerika Brooklyn yang cukup besar. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh para penggemar sepak bola di sana.

Persatuan Arab

Bagi banyak warga Arab di New York, turnamen ini menjadi ajang untuk memamerkan persatuan komunitas mereka.

Mahmoud Kasem, pemilik Toko Roti Al-Aqsa, memasang layar TV besar di luar restorannya. Ia juga membagikan falafel gratis selama pertandingan besar tim-tim Arab sehingga berhasil menarik perhatian orang-orang dari seluruh Bay Ridge.

“Tidak semua hal adalah tentang bisnis. Saya mencintai sepak bola,” kata Kasem kepada Aljazeera.com.

“Di seluruh dunia Arab, kami sangat tergila-gila dengan permainan ini. Saya ingin menciptakan suasana indah seperti yang kami lakukan di Palestina, dengan menaruh TV di luar dan memberi tahu orang-orang, ‘Datang dan tontonlah,'” lanjutnya.

“Keindahannya adalah melihat orang-orang Palestina, Lebanon, Maroko, Yordania, semuanya berkumpul bersama. Saya menyukai persatuan, komunitas, dan kebersamaan.”

Ia menambahkan bahwa dirinya berharap para pemimpin Arab dapat mengikuti teladan orang-orang di diaspora untuk menghapuskan perbatasan serta perselisihan.

Kasem menceritakan bahwa ia berhasil meyakinkan petugas polisi yang sempat mengeluhkan acaranya karena menutup sebagian jalan. Ia meminta keluhan itu dibatalkan dengan mencontohkan perayaan yang terjadi di seluruh kota saat New York Knicks memenangkan kejuaraan NBA.

Seperti kebanyakan orang di Bay Ridge, Kasem berharap Spanyol menang pada hari Ahad nanti. Ia menyoroti kemiripan budaya, bahasa, dan musik antara Arab dan Spanyol, serta memuji posisi pemerintah di Madrid.

“Ketika Palestina dibom, mereka mengambil sikap. Ketika Lebanon dibom, mereka mengambil sikap,” tuturnya kepada Aljazeera.com. “Mereka berdiri bersama kemanusiaan, mereka berdiri bersama kebebasan.”

Kasem menambahkan bahwa banyak warga Palestina yang mendukung Real Madrid dan Barcelona dalam sepak bola level klub.

Selain pemerintah Spanyol, banyak selebritas dan pesepak bola Spanyol yang telah menyatakan solidaritas mereka untuk Palestina.

Tahun lalu, klub asal Basque, Athletic Club—yang menjadi markas bagi penjaga gawang Spanyol Unai Simon dan pemain sayap Nico Williams—secara resmi menyerukan dihentikannya genosida di Gaza.

Kasem mengatakan politik seharusnya menjauh dari sepak bola. Namun, ia menilai FIFA-lah yang mempolitisasi olahraga tersebut setelah menyerahkan Penghargaan Perdamaian perdananya kepada Presiden AS Donald Trump dan menangguhkan Rusia atas invasi ke Ukraina, sementara menolak memberikan sanksi kepada Israel atas genosida di Gaza.

Nuansa Argentina-Israel

Beberapa penggemar mengaitkan tim Argentina dengan Israel karena kebijakan pro-Israel dari pemerintahan Presiden Javier Milei.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah menyatakan dukungannya untuk Argentina. Bendera Israel bahkan terlihat dikibarkan selama pertandingan Argentina melawan Mesir.

Meski demikian, tim dan para pemain Argentina sendiri tidak mengambil posisi resmi terkait konflik tersebut.

Pada tahun 2018, Argentina sempat membatalkan pertandingan persahabatan dengan Israel di Yerusalem setelah mendapat tekanan dari para aktivis hak-hak Palestina.

Oleh karena itu, sebagian warga Arab-Amerika tetap mendukung Argentina. Mereka berpendapat bahwa keajaiban yang dihasilkan oleh Lionel Messi melampaui urusan politik.

Karim Bouzeraa, seorang tukang cukur berusia 24 tahun di Bay Ridge, mengatakan bahwa bendera Israel sama sekali tidak mewakili sepak bola Argentina.

“Messi adalah seorang legenda,” katanya kepada Aljazeera.com. “Kompetisi selama dua puluh tahun bukanlah sesuatu yang mudah, dan kita telah melihat legenda lain, tetapi tidak ada yang memiliki umur panjang karier yang sama.”

Bouzeraa mengatakan, terlepas dari siapa mendukung siapa di final nanti, sungguh membesarkan hati melihat para penggemar Arab bersatu mendukung semua tim mereka di turnamen ini.

“Pada akhirnya, kita semua adalah orang Arab—satu darah. Mudah-mudahan pada Piala Dunia berikutnya kita melihat banyak tim Arab sehingga kita dapat mendukung mereka,” pungkasnya. [Ali Harb]

Sumber: Aljazeera.com

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button