SANTRI PELAJAR

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025 Momentum Penguatan Santri untuk Negeri

Semarang (SI Online) – Forum Maahid dan Madaris Qur’an Indonesia menyelenggarakan Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025 yang berlangsung Selasa–Kamis, 18–20 November 2025, di Bumi Perkemahan Spekta Merbabu, Gondang, Tajuk, Getasan, Semarang, diikuti 42 lembaga pesantren dengan total peserta lebih dari 600 santri.

Dewan Pembina FORMAQIN, Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir, atau yang akrab disapa Ustaz Iim, di hadapan para peserta, menegaskan bahwa Jambore Ukhuwah bukanlah ajang bersenang-senang, melainkan ruang untuk memperkuat ukhuwah dan membangun karakter santri Al-Qur’an.

“Kita berkumpul di tempat ini bukan untuk bermain-main, tetapi untuk melakukan amal kebaikan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pertemuan ini mempertemukan para pejuang Al-Qur’an dalam bingkai ukhuwah billah, demi mengikat hati para santri agar semakin kokoh di jalan dakwah.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari ini dapat bernilai ibadah jika dilandasi niat yang benar. Karena itu, ia mengingatkan peserta, panitia, instruktur, maupun para ustaz untuk terus meluruskan niat agar setiap aktivitas berbuah pahala dan mendatangkan rida Allah.

Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025 di Bumi Perkemahan Spekta Merbabu, Gondang, Tajuk, Getasan, Semarang, Selasa–Kamis, 18–20 November 2025.

Menyoroti tema besar Jambore, yakni “Kolaborasi Santri Untuk Negeri”, Ustaz Iim menyampaikan bahwa kolaborasi antar-santri menjadi modal penting dalam membangun kekuatan jamaah dan kesatuan hati.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan amanah dari Allah, yang dahulu diperjuangkan para syuhada, mujahid, ulama, dan santri. Karena itu, generasi hari ini tidak boleh mengabaikan amanah tersebut, tetapi harus berupaya menjadikan negeri ini tempat yang kondusif bagi ibadah dan ketaatan.

Putra KH Abu Bakar Ba’asyir itu menegaskan, santri memiliki peran strategis dalam pembangunan negeri. Berbagai tantangan dan latihan dalam Jambore, katanya, menjadi media untuk membangun kebersamaan dan memperluas jaringan ukhuwah dengan santri dari berbagai pesantren. Momen ini adalah bagian dari proses menyiapkan kontribusi nyata untuk masa depan bangsa.

Ia juga menyinggung pentingnya etos kerja yang baik, seraya mengutip pesan bahwa Allah mencintai hamba yang menunaikan suatu tugas dengan bersungguh-sungguh. Melalui Jambore ini, para santri dilatih untuk tegar, disiplin, dan sabar. Bukan menjadi pribadi lemah, tetapi kuat layaknya baja.

Ustaz Iim berharap Jambore Ukhuwah FORMAQIN 2025 dapat melahirkan kader-kader santri yang kelak menjadi kekuatan utama dalam melanjutkan perjuangan membangun negeri. Para santri diharapkan selalu berada di garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Islam dan mengokohkan masa depan bangsa.[]

Rep: Wakhid Syamsudin

Back to top button