Senator Sanders: AS Tak Berhak Mengatur Venezuela
Jakarta (SI Online) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinilai tidak berhak memerintahkan negara itu untuk berperang di Venezuela.
Hal itu disampaikan Senator Bernie Sanders tentang aksi militer AS di negara Amerika Selatan itu yang berujung pada penculikan Presiden Nicolás Maduro.
“Amerika Serikat tidak berhak mengatur Venezuela,” kata politikus senior AS itu melalui akun Instagram pribadinya, yang dilihat pada Senin (05/01) seperti dilansir dari ANTARA.
Baca juga: Operasi Penculikan Presiden Maduro Tewaskan 80 Orang, Potensi Bertambah
Sanders mengatakan, Kongres harus segera mengesahkan resolusi kekuasaan perang “untuk mengakhiri operasi militer ilegal” tersebut dan menegaskan kembali tanggung jawab konstitusionalnya.
Ia menegaskan tindakan AS itu jelas melanggar hukum internasional dan berpotensi mendorong para pemimpin dunia menyerang negara lain untuk merebut sumber daya alam atau mengganti pemerintahan.
Sanders menyebut pendekatan tersebut sebagai “logika mengerikan” yang digunakan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membenarkan serangan Rusia ke Ukraina.
Menurut Sanders, Trump dan pemerintahannya berupaya menghidupkan kembali Doktrin Monroe — pandangan yang menganggap AS berhak mendominasi Amerika Latin secara sepihak — serta secara terbuka menunjukkan ambisi menguasai cadangan minyak Venezuela terbesar di dunia.
“Ini adalah imperialisme terang-terangan. Ini mengingatkan kita pada babak-babak paling gelap intervensi AS di Amerika Latin, yang telah meninggalkan warisan mengerikan. Hal ini akan dan harus dikutuk oleh dunia demokrasi,” katanya.
Sanders meminta Trump fokus menyelesaikan krisis di dalam negeri dan mengakhiri tindakan militer di luar negeri, seraya menilai Trump gagal menjalankan tugasnya memimpin AS.[]

