#Selamatkan Al-AqshaNASIONAL

Wantim MUI Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsha, Serukan Persatuan Dunia Islam Hadapi Israel

Jakarta (SI Online) – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi, mengecam keras tindakan Israel yang menutup Masjid Al-Aqsha serta mengkritik eskalasi konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Menurutnya, tindakan Israel yang menutup akses ke Masjid Al-Aqsha mencerminkan sikap yang tidak menghormati nilai-nilai kemanusiaan dan kebebasan beragama. Ia menilai tindakan tersebut semakin memperburuk situasi di kawasan Timur Tengah dan melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia.

“Perilaku dan mentalitas Zionis Israel memang terkenal sangat biadab tanpa mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Kiai Muhyiddin dalam keterangan persnya, Jumat (6/3/2026).

Ia juga menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan, terutama terkait konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Menurutnya, dunia Islam perlu menunjukkan solidaritas yang kuat terhadap Iran dalam menghadapi serangan yang dinilai sebagai ancaman terhadap kedaulatan negara tersebut.

Kiai Muhyiddin menyatakan bahwa dukungan dunia Islam terhadap Iran akan semakin kuat jika pemerintah di Tehran terus menyuarakan upaya pembebasan Masjid Al-Aqsha dari pendudukan Israel.

Selain itu, ia juga menyerukan agar negara-negara di dunia Islam, khususnya yang tergabung dalam Liga Arab, mengambil sikap yang lebih tegas dan bersatu dalam menghadapi situasi tersebut.

“Dunia Islam perlu menyatukan sikap dan memperkuat solidaritas dalam merespons berbagai tindakan yang terjadi di Palestina dan kawasan Timur Tengah,” kata dia.

Kiai Muhyidin menambahkan bahwa momentum saat ini seharusnya dimanfaatkan oleh negara-negara Muslim untuk memperkuat dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina serta memperjuangkan perlindungan terhadap tempat-tempat suci umat Islam.

“Tak ada negosiasi damai dengan Zionis terkutuk. Ini adalah momentum emas untuk memusnahkan Israel dari bumi Palestina,” tegasnya.

Ia berharap dunia Islam khususnya Liga Arab dapat berperan lebih aktif dalam mendorong penyelesaian konflik penjajahan oleh Israel dan melindungi tempat ibadah umat Islam.

“Dunia Islam, terutama Liga Arab, wajib menyatukan sikap dan bersatu bantu Iran dengan kekuatan penuh. Kesempatan hanya datang sekali saja dan tak akan terulang,” tandas Kiai Muhyiddin. []

Back to top button