#Selamatkan Al-AqshaINTERNASIONAL

Seruan Jaga Al-Aqsha Disampaikan kepada 70 Ribu Jamaah Salat Jumat

Yerusalem (Suaraislam.id) – Lebih dari 70.000 jamaah melaksanakan salat Jumat di kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem yang diduduki, meskipun menghadapi berbagai pembatasan yang diberlakukan oleh Israel.

Ratusan jamaah dari Kota Tua Yerusalem yang diduduki serta komunitas Palestina yang tinggal di wilayah Israel berkumpul untuk menunaikan salat di Masjid Al-Aqsha dan halaman-halamannya.

Pasukan Israel memeriksa dokumen identitas para jamaah yang datang dan memberlakukan pembatasan ketat. Puluhan pemuda Palestina ditolak masuk, sementara jamaah lanjut usia hanya diizinkan memasuki kompleks setelah melalui prosedur pemeriksaan keamanan yang sangat ketat.

Para aktivis Palestina dan berbagai organisasi yang berbasis di Yerusalem kembali menyerukan mobilisasi besar-besaran serta kehadiran yang kuat di Masjid Al-Aqsha. Mereka mengimbau masyarakat untuk datang ke lokasi dan mempertahankan kehadiran secara terus-menerus di halaman-halaman masjid di tengah meningkatnya ancaman dari para pemukim Israel serta rencana kelompok-kelompok ekstremis yang berupaya memberlakukan kondisi baru guna memperluas kendali Israel atas kawasan suci tersebut.

Organisasi-organisasi di Yerusalem juga mengeluarkan seruan luas kepada masyarakat agar meningkatkan kehadiran mereka dan berpartisipasi aktif dalam salat Jumat sebagai upaya melindungi Masjid Al-Aqsha, mempertahankan identitas Islam dan Arabnya, serta menggagalkan berbagai upaya untuk mengubah status kawasan suci tersebut.

Dilansir Pusat Informasi Palestina, Jumat (19/7) lebih dari 8.900 pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha sepanjang bulan Juni. Pusat tersebut juga mendokumentasikan 20 insiden penodaan terhadap situs suci itu serta dua perintah pengusiran yang dikeluarkan terhadap jamaah Palestina dan individu yang secara rutin menjaga kehadiran di kawasan tersebut.

Seruan-seruan terbaru itu kembali menegaskan pentingnya mobilisasi dalam skala besar, melakukan perjalanan ke Masjid Al-Aqsha, dan mempertahankan kehadiran secara teguh di halaman-halamannya seiring dengan semakin meningkatnya aktivitas para pemukim serta rencana kelompok-kelompok ekstremis.

Kampanye publik tersebut terutama ditujukan kepada warga Palestina di Yerusalem yang diduduki dan di wilayah Israel, serta warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki yang memiliki akses menuju Kota Suci, guna memperkuat kehadiran yang berkesinambungan di Masjid Al-Aqsha.

Menurut para penyelenggara, seruan-seruan tersebut bertujuan menegaskan kembali karakter Islam dari seluruh kompleks Masjid Al-Aqsha di tengah berbagai upaya Israel untuk menghapus jejak sejarah dan warisan budaya Yerusalem serta membentuk ulang narasi sejarah kota tersebut.

sumber: infopalestina

Back to top button