HNW Tuntut PBB Sanksi Israel demi Wibawa Hukum Internasional
Jakarta (SI Online) – Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menjatuhkan sanksi nyata bagi Israel demi menegakkan keadilan internasional.
Langkah tegas ini dinilai sangat krusial menyusul laporan Kementerian Luar Negeri terkait serangan mematikan yang merenggut nyawa empat prajurit TNI di Lebanon.
Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa aksi kekerasan bersenjata terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap Konvensi Jenewa 1949.
Penyerangan terhadap personel di bawah mandat resmi PBB tersebut sudah sepatutnya diproses sebagai kejahatan perang berdasarkan ketentuan Statuta Roma.
“PBB harusnya bertanggung jawab hadirkan perlindungan maksimal dan memberikan sanksi keras kepada Israel yang menyerang pasukan perdamaian PBB, demi memberikan keadilan dan kedamaian bagi korban, keluarga, serta negara,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin (27/04/2026).
Kelalaian PBB dalam memberikan sanksi pada insiden serupa di tahun 2024 dituding menjadi faktor utama yang memicu keberanian pihak pelaku untuk kembali melancarkan serangan.
Eskalasi kejahatan yang kini menimbulkan korban jiwa ini menjadi alarm bagi komunitas internasional untuk tidak lagi sekadar mengeluarkan pernyataan kecaman formal.
Kredibilitas lembaga internasional tersebut kini sedang dipertaruhkan jika tetap membiarkan serangan terhadap misi kemanusiaan berlalu tanpa konsekuensi hukum yang menjerakan.
Pemerintah Indonesia diharapkan terus mengawal investigasi yang transparan dan akuntabel demi menjamin keselamatan putra-putra terbaik bangsa di medan tugas.
Penarikan pasukan penjaga perdamaian menjadi opsi yang patut dipertimbangkan apabila tidak ada jaminan keamanan memadai bagi personel militer Indonesia.
“Konstitusi tidak hanya menyebut tentang keikutsertaan hadirkan perdamaian dunia, seperti di Lebanon itu, tapi juga melindungi seluruh warga Indonesia, termasuk TNI anggota UNIFIL,” tegas Hidayat.
Dunia internasional berduka atas meninggalnya Praka Rico Pramudia yang gugur akibat ledakan proyektil di markas Adchit Al Qusayr pada akhir Maret lalu.






