DAERAHSANTRI PELAJAR

Liburan Edukatif, Ratusan Anak Antusias Ikuti Tazkia Islamic Camp

Bogor (Suaraislam.id) – Masjid Tazkia Sentul City kembali menggelar Tazkia Islamic Camp Batch 11 pada Selasa hinga Kamis 7–9 Juli 2026 sebagai alternatif kegiatan liburan sekolah yang edukatif bagi anak-anak.

Mengusung tema “Green Hero: Khalifah Cilik Penjaga Bumi”, kegiatan yang diikuti 167 peserta itu bertujuan membentuk karakter Islami sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Panitia Divisi Media Tazkia Islamic Camp, Ridho, mengatakan program tersebut rutin diselenggarakan setiap masa liburan sekolah sebagai upaya mengisi waktu libur anak dengan kegiatan yang bermanfaat di tengah meningkatnya penggunaan gawai.

“Kami mengadakan ini agar liburan anak-anak SD itu enggak hanya terbuang dengan hiburan saja. Banyak juga orang tua mengeluh anaknya di rumah banyak pegang HP dan segala macamnya. Jadi kami mengadakan ini untuk mengisi liburan anak-anak agar mereka tetap mendapat edukasi,” ujarnya.

Ridho menjelaskan, Tazkia Islamic Camp tidak dimaksudkan menghilangkan suasana liburan, tetapi mengubah cara pandang bahwa masa libur tetap dapat dimanfaatkan untuk memperoleh ilmu dan pengalaman yang bermanfaat.

“Kami mau mengubah mindset bahwa sebenarnya liburan itu bukan libur dari segala hal, tetapi kami tetap menyampaikan manfaat dari acara ini,” katanya.

Ia menuturkan, tema “GREEN HERO: Khalifah Cilik Penjaga Bumi” dipilih untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini melalui pendekatan nilai-nilai Islam.

“Green Hero artinya pahlawan hijau. Temanya lebih kepada menjaga bumi. Slogan kami, ‘Berakhlak Mulia, Sayangi Sesama, Jaga Semesta’. Sekarang kepedulian terhadap lingkungan masih kurang, bukan hanya pada anak-anak, tetapi juga orang dewasa,” jelasnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti enam sesi mentoring yang dikemas sesuai karakter anak usia 8 hingga 12 tahun. Materi disampaikan melalui kisah para nabi dan sahabat, serta dilengkapi dengan berbagai kegiatan luar ruang dan fun games yang dirancang untuk melatih kerja sama, ketelitian, dan kekompakan peserta.

Ridho mengatakan, pelaksanaan Tazkia Islamic Camp Batch 11 menjadi tantangan tersendiri bagi panitia karena seluruh persiapan dilakukan hanya dalam waktu sekitar satu bulan di tengah kesibukan kuliah dan ujian akhir semester.

“Biasanya normalnya itu dua sampai tiga bulan. Ini cuma satu bulan dan dalam satu bulan itu kami masih kuliah, masih UAS. Alhamdulillah tetap bisa terlaksana walaupun ada sedikit kendala,” ungkapnya.

Ia berharap Tazkia Islamic Camp dapat terus diselenggarakan pada masa mendatang dengan persiapan yang lebih matang serta didukung sistem regenerasi panitia yang lebih baik.

“Harapannya ke depan kami lebih siap, panitia lebih terstruktur, dan ilmu dari panitia sebelumnya bisa ditransfer kepada panitia berikutnya,” pungkasnya.[]

rep: muhtar

Back to top button