INTERNASIONAL

Tentara Israel Eksekusi Sopir Truk Bantuan Pangan di Koridor Philadelphi

Jalur Gaza (Suaraislam.id)-Seorang sopir asal Palestina yang mengangkut bantuan pangan dari organisasi kemanusiaan World Central Kitchen (WCK) ke Jalur Gaza tewas ditembak oleh tentara Israel. Para saksi mata menyebut insiden keji tersebut sebagai bentuk eksekusi di tempat.

Akibat peristiwa ini, Asosiasi Perusahaan Angkutan Truk di Gaza menyatakan sedang mempertimbangkan penghentian seluruh operasinya sebagai bentuk protes. Langkah tersebut diambil demi keselamatan para pekerja kemanusiaan di lapangan.

Berdasarkan tiga kesaksian warga, Ahmad Esleem ditembak tepat di bagian kepala pada Rabu. Peristiwa bermula ketika iring-iringan truk bantuan berhenti karena salah satu kendaraan mengalami kerusakan tidak lama setelah memasuki wilayah Gaza.

Tentara Israel kemudian memerintahkan para sopir untuk segera turun dari kendaraan mereka. Salah seorang tentara tiba-tiba menembak kepala Esleem ketika kedua tangannya sedang terangkat ke atas.

Diaa Mansour, salah seorang sopir lain dalam konvoi empat truk tersebut, membenarkan lokasi kejadian. Ia mengatakan bahwa insiden mengerikan itu terjadi di Koridor Philadelphi, sebuah jalur militer di sepanjang perbatasan selatan Jalur Gaza.

“Setelah truk mengalami kerusakan, kami menunggu izin untuk turun memeriksanya, karena setiap gerakan yang kami lakukan harus dikoordinasikan terlebih dahulu,” katanya.

“Saat kami menunggu, sebuah kendaraan militer Israel datang. Tentara memerintahkan saya dan Ahmad turun dari truk, lalu menyuruh sopir lain, Alaa Shaat, juga turun. Sopir di truk paling depan, Fares Muheisen, tetap berada di dalam kendaraannya.”

Mansour juga memaparkan perlakuan kejam yang mereka terima setelah turun dari armada angkutan.

“Mereka menyuruh kami berdiri di pinggir jalan. Saya diperintahkan melepas pakaian dan dipaksa duduk di bawah terik matahari.”

“Kemudian mereka membawa Ahmad keluar dari truknya. Salah seorang tentara berbicara kepadanya sementara Ahmad berdiri dengan kedua tangan terangkat. Ahmad tidak bisa berbahasa Ibrani, dan tampaknya para tentara juga tidak memahami bahasa Arabnya. Tiba-tiba mereka menembaknya. Peluru mengenai kepalanya dan ia meninggal di tempat.”

Menurut Mansour, tentara tersebut tampaknya ingin mengetahui alasan utama konvoi mereka berhenti. Namun, karena tidak memahami situasi, militer Israel langsung melepaskan tembakan tanpa mencoba berkomunikasi lebih lanjut.

Jihad Esleem selaku Wakil Ketua Association of Transport Companies di Gaza sekaligus kerabat jauh korban, memberikan penegasan terkait legalitas konvoi. Ia menyatakan bahwa perjalanan pada hari Rabu itu sepenuhnya telah dikoordinasikan melalui Program Pangan Dunia PBB (World Food Programme/WFP) dan organisasi WCK.

Konvoi logistik pangan tersebut diketahui baru saja memasuki wilayah Gaza melalui satu-satunya pintu masuk bantuan yang masih berfungsi.

“Seorang perwira Israel bersama beberapa tentara mendatangi para sopir, menanyakan alasan keberadaan mereka di sana, lalu memerintahkan semuanya turun dari truk. Mereka memukul para sopir dan memaksa mereka menanggalkan pakaian.”

Jihad kemudian menjelaskan detik-detik menegangkan saat penembakan itu terjadi.

“Saat Ahmad mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah, salah seorang tentara mengeluarkan senapan M16 dan langsung menembaknya tepat di kepala.”

1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button