Satu Abad Gontor, Pimpinan PMDG Undang Tokoh Pendidikan Dunia Hadiri GIHES 2026
Jakarta (Suaraislam.id) — Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), KH Hasan Abdullah Sahal, mengajak para pemangku kepentingan pendidikan Islam, pimpinan lembaga, hingga akademisi internasional untuk menghadiri Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026. Pertemuan akbar ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan satu abad berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor.
Kiai Hasan Abdullah Sahal menegaskan pentingnya kehadiran para tokoh pendidikan, mulai dari rektor hingga dekan universitas, untuk duduk bersama dalam forum internasional ini. Forum tingkat tinggi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5–6 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta.
Ia berharap forum ini menjadi sarana bagi kejayaan umat Islam secara global. Pertemuan tersebut diharapkan membawa manfaat besar menuju ridha Allah Swt. serta kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Badan Wakaf Gontor, Hidayat Nur Wahid, memaparkan fokus utama materi yang akan dibahas dalam GIHES 2026. Forum ini dirancang untuk menjawab fenomena kerapuhan mental yang kian melanda generasi muda dunia di tengah pesatnya kemajuan teknologi.
Menurut Hidayat, pesatnya arus informasi saat ini belum diimbangi dengan kesiapan karakter dan kepemimpinan yang tangguh. Akibatnya, banyak generasi muda mengalami kesulitan berkolaborasi, tidak memiliki etos kerja yang kuat, serta lemah dalam kepemimpinan.
“Kami melihat bahwa pendidikan holistik yang sejati itu ada di pesantren, tempat santri dibina mental, moral, dan soft skill-nya selama 24 jam penuh,” jelas Hidayat pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Ia menambahkan bahwa GIHES 2026 menargetkan perumusan formulasi pendidikan holistik yang adaptif. Melalui sistem pesantren, generasi masa depan diharapkan tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan moral dalam menghadapi perubahan zaman.
Konsolidasi Pemimpin Pendidikan Lintas Negara
Ketua Panitia GIHES 2026, Hadiyanto Arief, menyampaikan bahwa ratusan pimpinan lembaga pendidikan se-Asia akan berkumpul dalam KTT ini. Para pimpinan pesantren, rektor, hingga pemangku kebijakan hadir untuk membedah masa depan pendidikan Islam.
Perhelatan akbar ini merupakan hasil kolaborasi antara PMDG, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG). Sinergi ini ditujukan untuk memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan Islam global.
Hadiyanto menegaskan kembali bahwa pembinaan karakter selama 24 jam di pesantren merupakan kunci utama. Pola pendidikan holistik inilah yang diyakini mampu melahirkan generasi pemimpin masa depan yang tangguh.[]
Sumber: Antara






