Memperbaiki Negara, dengan Pendidikan atau Politik?
Banyak orang menyangka
Memperbaiki negara dengan politik ya
Tetapi kenyataannya
Politik banyak merusak kehidupan manusia
Bohong sana sini dibolehkan dalam politik sekuler negara
Demokrasi liberal memperbolehkan curang asal nggak ketahuan orang
Politik sekuler yang penting baik di mata orang
Maka jangan heran spanduk dimana-mana
Pamer si dia yang berperan membangun jembatan, jalan raya dan lainnya
Agar masyarakat bersimpati padanya
Agar si dia terpilih lagi periode berikutnya
Politik tidak memperdulikan si dia kelakuannya di balik layar dunia
Yang penting di depan layar ia baik-baik saja
Politik gincu adalah senjata di masa now ya
Yang penting konstituen puas dengan apa yang dilakukannya
Si dia tidak peduli negara mau bagaimana
Masyarakat kondisinya bagaimana
Yang dipikirkan hanya lima tahunan terus terpilih dia
Ada sih programnya yang berguna, tapi itu pun diambil dari uang DPR sana
Bagaimana dia memikirkaan rakyat jelata
Gaji dan honornya aja lebih dari 1500 juta tiap bulannya
Sementara konstituennya cari sehari 50 ribu bukan main susahnya
Kalau dia ada empati harusnya minta diturunkan gaji setengahnya
Memang di politik dunia
Yang dipikirkan hanya diri, keluarga dan partainya
Masyarakat hanya dapat setetes kecil uang negara
Puluhan juta rakyat miskin tak terfikir olehnya
Di politik juga boleh tipu menipu seenaknya
Asal rakyat atau media tidak mengetahuinya
Politisi bahkan bisa membeli media massa
Agar terus mengampanyekan program-program baiknya
Program-program buruknya disembunyikan di bawah meja
Maka jangan harap perubahan negara
Perbaikan negara
Dari politik yang rutin lima tahunan ya
Pemilu adalah pesta para politisi agar bisa nongkrong di gedung DPR dan istana
Jalan terbaik mengubah negara
Memperbaiki negara
Adalah dengan pendidikan yang serius berdasarkan Al-Qur’an tercinta
Karena Al-Qur’an wahyu Allah yang dapat mengubah manusia durjana menjadi ‘manusia merdeka‘
Merdeka dari budak hawa nafsu dan akal sesat manusia
Merdeka dari setan yang menggoda senantiasaa
Merdeka dari ego yang mendorong menyembah dirinya
Merdeka dari sombong yang iblis Tuhannya





