SEHAT-BUGAR

Tips Medis Cegah Mabuk Perjalanan saat Bepergian Jauh

Jakarta (Suaraislam.id) — Mabuk perjalanan secara historis biasa dikaitkan dengan para pelaut yang bereaksi terhadap gerakan kapal yang naik-turun, berguling, atau berputar. Namun, pada masa kini, istilah tersebut juga ditujukan kepada orang-orang yang menaiki mobil, kereta api, pesawat terbang, bahkan berada di luar angkasa.

Menurut siaran Channel News Asia pada Sabtu (5/9/2026), gejala mabuk perjalanan dapat dimulai dalam beberapa menit setelah merasakan gerakan dan berlangsung selama berjam-jam setelah gerakan berhenti.

Kondisi ini secara klasik sering dimulai dengan perasaan hangat, berkeringat, pusing, sakit kepala, atau merasa lelah. Saat kondisi memburuk, rasa mual akan muncul dan dapat menyebabkan muntah.

Penyebab

Para ilmuwan belum mengetahui secara pasti penyebab mabuk perjalanan. Namun, salah satu teori menyebutkan bahwa kondisi ini merupakan reaksi tubuh terhadap konflik antarindra.

Beberapa ilmuwan menilai otak menafsirkan ketidaksesuaian persepsi indra tersebut sebagai akibat dari neurotoksin, lalu memicu respons berupa muntah.

Ahli neurosains kognitif dari Universitas Brandeis, Paul DiZio, mencontohkan kondisi ketika seseorang membaca di dalam mobil. Mata melihat halaman buku yang diam, tetapi telinga bagian dalam yang mendeteksi percepatan dan gerakan rotasi merasakan tubuh sedang bergerak.

Teori yang lebih baru memperkirakan mabuk perjalanan disebabkan oleh ketidaksesuaian antara persepsi yang diharapkan otak dan respons aktual dari indra, bahkan sebelum gerakan terjadi.

“Anda membangun model kecil di otak tentang bagaimana rasanya, lalu Anda akan merasa sakit jika apa yang dirasakan tidak sesuai dengan prediksi tersebut,” ujar DiZio.

Sebagian besar orang mengalami mabuk perjalanan akibat gerakan ekstrem, tetapi beberapa orang juga bereaksi terhadap gerakan yang lebih ringan. Anak-anak dan wanita umumnya lebih rentan mengalami mabuk perjalanan.

Sebuah studi memperkirakan bahwa faktor genetik menyumbang 57 hingga 70 persen kerentanan seseorang terhadap mabuk perjalanan.

Menurut ahli neurologi vestibular di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, Dr. Kristen Steenerson, mabuk perjalanan juga rentan terjadi pada penderita migrain.

Orang dengan migrain vestibular yang mengalami vertigo bersamaan dengan gejala migrain dapat merasa mual saat menonton film aksi, mengeluarkan piring dari mesin pencuci piring, atau membaca sambil duduk diam.

Cara Mencegah

Dr. Steenerson menyampaikan bahwa obat-obatan bebas seperti antihistamin efektif mencegah mabuk perjalanan. Namun, obat tersebut harus diminum sebelum perjalanan dimulai dan dapat menimbulkan efek samping seperti kantuk.

Penggunaan skopolamin berupa plester yang ditempelkan di belakang telinga juga dapat membantu, meski memiliki efek samping mulut kering dan tidak direkomendasikan untuk anak-anak maupun lansia.

1 2Laman berikutnya
Back to top button