Dokter Ingatkan Risiko Pencarian Info Medis Via Medsos
Jakarta (SI Online) – Masyarakat Indonesia kini semakin masif memanfaatkan media sosial sebagai rujukan utama untuk mencari berbagai informasi mengenai kesehatan.
Peningkatan tren pencarian informasi medis secara mandiri tersebut terungkap dalam webinar “For the Reasons That Matter” yang digelar Pfizer Indonesia pada Selasa (28/4/2026).
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Dirga Rambe, menjelaskan bahwa tingginya konektivitas digital di Indonesia memicu masyarakat menjadikan platform digital sebagai sumber pertama.
“Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat konektivitas digital yang sangat tinggi, sehingga banyak orang mendapatkan informasi kesehatan pertama kali dari media sosial,” kata dr. Dirga.
Bahaya Misinformasi
Meskipun mampu meningkatkan kesadaran publik, fenomena ini menimbulkan tantangan besar berupa maraknya informasi yang tidak memiliki dasar medis akurat.
Dokter Dirga mengingatkan bahwa terdapat risiko misinformasi yang membayangi masyarakat di balik kemudahan akses data di jagat maya tersebut.
“Media sosial memang meningkatkan kesadaran, tetapi tidak selalu memberikan informasi yang akurat,” ujarnya.
Kesenjangan Pemahaman
Banyak warga mulai mengenal istilah penyakit seperti pneumonia hingga RSV, namun mereka belum sepenuhnya memahami risiko serta langkah pencegahan yang tepat.
Kondisi tersebut menciptakan kesenjangan antara informasi yang diterima masyarakat dengan tindakan nyata dalam menjaga kesehatan sehari-hari.
Tenaga kesehatan kini memegang peran krusial untuk menjembatani tumpah ruah informasi di internet dengan penjelasan medis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Konsultasi Medis
Kebiasaan mencari informasi secara mandiri sebenarnya dapat berdampak positif apabila ditindaklanjuti dengan konsultasi langsung kepada ahli medis.
“Akses, kepercayaan, dan relevansi menjadi kunci agar seseorang mau melanjutkan informasi yang didapat menjadi tindakan nyata,” kata dr. Dirga.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkeskalianda.org
Data dalam webinar tersebut menunjukkan mayoritas orang dewasa cenderung melakukan riset pribadi sebelum memutuskan untuk menemui dokter.






