Netanyahu Sombongkan Serangan ke Qatar, Klaim Dana Gaza Digunakan untuk Bantuan
Jakarta (Suaraislam.id)–Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyombongkan pengeboman yang dilakukannya terhadap Qatar. Di saat yang sama, ia membantah tuduhan domestik yang menyebut dana yang dikirim ke Gaza digunakan untuk tujuan selain bantuan kemanusiaan.
Dalam sebuah wawancara dengan media Israel, i24NEWS, yang dibagikan di media sosial pada Sabtu (5/9/2026), Netanyahu menyebut Qatar sebagai negara “musuh” yang tidak dapat mendikte kebijakan Israel selama perang genosida di Gaza.
“Saya menyerang Qatar, saya juga mengebom dan menyerang mereka selama perang, dan mereka pun menyerang saya,” sesumbar Netanyahu.
Wawancara tersebut berlangsung hanya beberapa hari sebelum peringatan satu tahun serangan Israel ke Doha pada 9 September 2025. Serangan udara tersebut menewaskan lima anggota Hamas dan seorang perwira keamanan Qatar saat pertemuan untuk membahas usulan gencatan senjata Gaza yang didukung Amerika Serikat.
Qatar, yang sejak lama bertindak sebagai mediator dalam berbagai konflik di Timur Tengah dan wilayah lainnya, telah menampung kantor politik Hamas sejak 2012. Langkah tersebut dilakukan Qatar atas permintaan dari Amerika Serikat.
Doha mengecam serangan tersebut sebagai “pelanggaran nyata terhadap seluruh hukum dan norma internasional”. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, menyebut serangan itu sebagai tindakan yang penakut.
Sejumlah negara di kawasan, termasuk Iran dan Pakistan, turut mengecam serangan tersebut. Para pemimpin dari Yordania, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi bahkan mendatangi Qatar tak lama setelah kejadian sebagai bentuk solidaritas.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menyebut serangan udara tersebut sebagai “pelanggaran nyata” terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Qatar.
Dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih pada akhir bulan tersebut, Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump menelepon Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, untuk menyampaikan permohonan maaf atas serangan itu.
Dalam wawancara dengan i24NEWS tersebut, Netanyahu juga membela keputusan fasilitasi pengiriman dana jutaan dolar dari Qatar ke Gaza. Ia berdalih bahwa dana tersebut ditujukan untuk misi kemanusiaan dan ditransfer berdasarkan rekomendasi lembaga keamanan Israel, Mossad dan Shin Bet.
“Seluruh uang ini hanya bernilai dua persen dari total dana yang masuk ke Jalur Gaza,” ujar sang Perdana Menteri.
Beberapa penentang Netanyahu mengklaim bahwa dana tersebut digunakan untuk membantu Hamas mempersiapkan serangan pada 7 Oktober 2023 ke Israel. Serangan itulah yang kemudian memicu perang genosida Israel di Gaza.






