OASE

Delapan Keutamaan Melangkahkan Kaki ke Masjid

Setiap orang berharap mendapatkan keutamaan dari setiap amal saleh yang dilakukannya. Seseorang tidak hanya meraih satu keutamaan, melainkan berlimpah pahala ketika ia beramal berdasarkan ilmu.

Dalam rentang waktu yang singkat dan di satu tempat yang sama, seorang muslim berhak meraih banyak keutamaan. Kesempatan emas ini terbuka saat ia bersedia melangkahkan kaki dan bersua sejenak dengan saudara seiman di masjid.

Pertama, keutamaan berjalan menuju masjid. Seorang muslim yang berjalan ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah akan dicatat pahala dan dihapus dosanya pada setiap langkah. Rasulullah saw. bersabda:

“Setiap langkah menuju tempat shalat akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus kejelekan.” (H.R. Ahmad).

Khusus bagi muslim yang berjalan menuju masjid untuk menunaikan shalat Isya dan Subuh berjamaah, Allah Swt. memberikan bonus berupa cahaya penerang pada hari kiamat. Rasulullah saw. bersabda:

“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan menuju masjid-masjid, bahwa ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Kedua, keutamaan menunggu shalat. Seorang muslim yang berdiam diri menunggu datangnya waktu shalat akan dicatat pahalanya sebagaimana orang yang sedang shalat. Rasulullah saw. bersabda:

“Salah seorang di antara kalian dianggap terus-menerus di dalam shalat selama ia menunggu shalat, di mana shalat tersebut menahannya untuk pulang. Tidak ada yang menahannya untuk pulang ke keluarganya kecuali shalat.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Ketiga, keutamaan shalat berjamaah. Muslim yang cerdas akan berupaya keras menunaikan shalat secara berjamaah karena waktu yang dihabiskan relatif sama dengan shalat sendirian, tetapi ganjaran pahalanya berlipat ganda. Rasulullah saw. bersabda: “Shalat jamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Keempat, keutamaan iktikaf. Berdiam diri di masjid meskipun hanya sejenak akan bernilai iktikaf jika disertai dengan niat. Allah Swt. berfirman: “…sedang kamu beriktikaf dalam masjid.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 187).

Seorang muslim yang beriktikaf di masjid tergolong sebagai orang yang memakmurkan rumah Allah Swt. Hanya orang yang beriman yang tergerak hatinya untuk memakmurkan masjid. Allah Swt. berfirman:

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. At-Taubah [9]: 18).

Kelima, keutamaan menuntut ilmu. Seorang muslim yang menghadiri majelis ilmu di masjid akan dimudahkan jalannya menuju surga. Apabila jalan menuju surga saja dimudahkan, tentu kemudahan urusan dunia akan turut menyertainya. Rasulullah saw. bersabda:

1 2Laman berikutnya
Back to top button