SEHAT-BUGAR

Jangan Asal Melangkah, Ini Trik Jitu Agar Jalan Kaki Makin Bermanfaat

Jakarta (Suaraislam.id) – Jalan kaki setiap hari memang dapat membantu menjaga kesehatan, tetapi manfaatnya masih bisa ditingkatkan melalui beberapa perubahan sederhana. Hal ini mencakup pemilihan waktu berjalan hingga memperhatikan postur tubuh yang tepat.

Dokter dari Kaiser Permanente, Laura Ryan, mengatakan berjalan pada pagi hari setelah bangun tidur dapat membantu mengatur ritme tidur dan bangun tubuh. Paparan cahaya pagi memberi sinyal kepada otak untuk mulai mengurangi produksi melatonin.

Mengutip Real Simple pada Selasa (22/9), berjalan setelah makan juga dapat membantu pencernaan karena aktivitas fisik mampu merangsang pergerakan usus. Berjalan dalam posisi tegak pascamakan turut mengurangi kembung dan gejala refluks asam lambung.

Selain waktu, postur tubuh saat berjalan sangat perlu diperhatikan. Manajer senior operasional kebugaran 24 Hour Fitness, Mike Heim, menyarankan posisi kepala tegak, pandangan lurus ke depan, bahu rileks, dan dada terbuka.

Lengan sebaiknya diayunkan secara alami dengan posisi siku sedikit ditekuk. Langkah kaki juga perlu diatur dengan nyaman tanpa memaksakan diri melangkah terlalu jauh.

Bagi yang ingin meningkatkan intensitas, kecepatan berjalan dapat ditambah secara bertahap. Berjalan di jalur menanjak juga akan memberikan tantangan tambahan bagi otot bokong, betis, dan paha belakang.

Ryan menyarankan untuk memulai dengan kecepatan nyaman, kemudian mempercepat langkah atau melewati tanjakan selama 30 hingga 60 detik sebelum kembali rileks. Pola tersebut dapat diulang dan ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.

Jalan kaki juga dapat diselingi dengan latihan kekuatan sederhana. Heim menyarankan berhenti setiap lima hingga 10 menit untuk melakukan squat, walking lunge, calf raise, atau push-up dengan bertumpu pada bangku yang kokoh.

Berjalan bersama teman dapat membuat rutinitas ini lebih konsisten. Selain menambah interaksi sosial, hadirnya teman berjalan ampuh menjaga motivasi.

Sementara itu, terapis somatik Chloƫ Bean menyarankan agar tidak terus-menerus menggunakan ponsel ketika berjalan. Menjauhkan diri dari layar gawai dapat membantu seseorang lebih peka terhadap lingkungan dan gerakan tubuhnya.

Mengubah rute juga dapat membuat sesi jalan kaki terasa lebih menarik. Rute baru dengan medan yang berbeda akan memberikan tantangan baru bagi otot sekaligus menyegarkan pikiran.

Bean turut menyarankan untuk menjadikan jalan kaki sebagai kesempatan melatih kesadaran tubuh. Seseorang dapat lebih memperhatikan ritme napas, ayunan kaki, atau sensasi udara yang menerpa selama berjalan.

Dengan beberapa perubahan sederhana tersebut, rutinitas jalan kaki harian dapat menjadi aktivitas yang jauh lebih maksimal tanpa harus menyita banyak waktu khusus untuk berolahraga.[]

Sumber: ANTARA

Back to top button