Drone Israel Hantam Tenda Pengungsi Gaza, Pemukim Ilegal Tembak Mati Warga Tepi Barat
Gaza (Suaraislam.id)— Serangan drone Israel memakan korban seorang pria Palestina dan melukai beberapa lainnya di Gaza selatan, sementara kelompok pemukim ilegal Yahudi menembak mati seorang pria Palestina lainnya di dekat Ramallah, Tepi Barat yang diduduki.
Jenazah Tamer al-Hamayda (42) dan tiga korban luka dibawa ke Kompleks Medis Nasser pada Kamis (1/10/2026) setelah serangan drone menghantam tenda pengungsian warga Palestina di area al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis di pesisir selatan Jalur Gaza.
Warga Palestina lainnya mengembuskan napas terakhir akibat luka-luka yang dialami dalam serangan drone Israel sebelumnya pada Selasa yang menargetkan kerumunan warga di kamp pengungsian Jabalia, Gaza utara, menurut keterangan personel medis di Kompleks Medis Nasser.
Pasukan Israel juga melakukan operasi pembongkaran berskala besar yang menargetkan bangunan-bangunan di sebelah timur lingkungan al-Tuffah, Kota Gaza.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan delapan kematian baru dan 26 korban luka dalam 24 jam terakhir. Laporan ini menambah akumulasi korban sejak “gencatan senjata” diberlakukan pada Oktober 2025 menjadi 1,439 jiwa tewas dan 5,052 luka-luka, serta 834 jenazah berhasil dievakuasi dari reruntuhan.
Agresi Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 74.040 warga Palestina dan melukai 175.168 orang sejak Oktober 2023, kata kementerian tersebut.
Teror Pemukim Ilegal di Tepi Barat
Di Tepi Barat yang diduduki, kelompok pemukim ilegal Israel menembak mati seorang pria Palestina dan melukai seorang lainnya dalam serangan di desa Yasuf, sebelah utara Ramallah, pada Kamis.
Mashhour Yassin (51) tewas diterjang timah panas pemukim ilegal, ungkap Kementerian Kesehatan Palestina.
Menggambarkan serangan tersebut, Kementerian Luar Negeri Palestina menyatakan bahwa pasukan Israel menahan ambulans, menyita kuncinya, dan membuangnya. Pihaknya mengutuk tindakan tersebut sebagai “kejahatan yang mencerminkan koordinasi nyata antara pemukim ilegal dan pasukan pendudukan.”
Kementerian menegaskan bahwa pembunuhan ini “berada dalam kerangka eskalasi serius dan terus-menerus dari kejahatan terorganisasi pemukim ilegal.” Israel dinilai memberikan kebebasan penuh atas “terorisme pemukim terhadap rakyat kami demi melayani rencana pemukiman, aneksasi, pemindahan paksa, dan pembersihan etnis.”
Wali Kota Yasuf, Jumaa Abdel Fattah, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa puluhan pemukim ilegal Israel yang bersenjatakan tongkat dan senjata api menyerang desa yang terletak di antara empat pemukiman Israel tersebut.






