Nanas Bisa Naikkan Gula Darah, Ahli Gizi Beberkan Cara Aman Mengonsumsinya
JAKARTA (Suaraislam.id) — Nanas memiliki rasa manis dan mengandung gula alami sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Namun, kondisi tersebut bukan berarti buah ini harus dihindari, termasuk oleh orang yang sedang mengontrol kadar gula darah.
Ahli diet dan edukator diabetes, Vandana Sheth, menjelaskan bahwa pengaruh nanas terhadap gula darah bergantung pada jumlah porsi, makanan pendamping, aktivitas fisik, obat yang digunakan, serta respons tubuh masing-masing.
“Satu cangkir nanas segar yang dipotong dadu mengandung sekitar 20 gram karbohidrat, termasuk sekitar 16 gram gula alami dan 1-2 gram serat,” kata Sheth.
Kandungan karbohidrat tersebut menyebabkan gula darah melonjak setelah makan nanas. Perubahan dapat mulai terlihat dalam 15 hingga 30 menit dan efeknya dapat berlangsung selama beberapa jam.
Meski demikian, respons setiap orang bisa berbeda. Dua orang yang mengonsumsi porsi nanas segar yang sama belum tentu mengalami kenaikan kadar gula darah dalam jumlah yang sama.
Sheth menegaskan nanas tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang ramah terhadap gula darah. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperhatikan porsinya dan mengonsumsi nanas bersama makanan yang mengandung protein, serat, atau lemak sehat.
“Pasangkan nanas dengan protein, serat, dan atau lemak sehat daripada mengonsumsi nanas dalam jumlah besar sendirian,” ujarnya.
Sebagai contoh, sekitar setengah cangkir nanas dapat dikonsumsi bersama yoghurt tawar dan kacang-kacangan atau biji-bijian. Kombinasi tersebut dapat memperlambat proses pencernaan sehingga kenaikan gula darah berlangsung lebih bertahap.
Dalam satu cangkir atau sekitar 140 gram nanas, terdapat sekitar 84 kalori, 20 gram karbohidrat, 1,2 gram serat, dan 16 gram gula alami. Buah tersebut juga kaya vitamin C, dengan kandungan sekitar 91 persen dari kebutuhan harian dalam satu cangkir.
Nanas juga mengandung senyawa tumbuhan seperti flavonoid dan fenolik serta enzim bromelain yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Namun, kandungan tersebut tidak menghilangkan pengaruh karbohidrat nanas terhadap peningkatan gula darah.
Bagi masyarakat yang memilih nanas kalengan, Sheth menyarankan memilih produk yang dikemas dalam air atau jus buahnya sendiri tanpa tambahan gula.
Porsi sekitar setengah hingga satu cangkir dapat menjadi patokan agar konsumsi tetap terukur. Mengonsumsi buah secara utuh dalam porsi wajar juga cenderung memberikan dampak berbeda terhadap gula darah dibandingkan mengonsumsi jus buah atau buah kering.
Sheth menegaskan rasa manis pada nanas bukan alasan untuk menghindarinya. Perhatian terhadap porsi dan kombinasi makanan jauh lebih penting dalam menjaga kestabilan gula darah.[]
Sumber: Antara






