Cegah Pencabutan Gigi, Dokter Sarankan PSA untuk Atasi Infeksi
Tangerang (Suaraislam.id) — Dokter gigi umum dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, Rahmanto Budi, menjelaskan bahwa Perawatan Saluran Akar (PSA) menjadi salah satu pilihan penanganan sakit gigi untuk mempertahankan gigi dan mencegah pencabutan.
Ia menjelaskan, sakit gigi yang datang berulang, gigi berlubang semakin dalam, atau gusi yang membengkak sering kali dianggap sebagai masalah kecil. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa kerusakan gigi sudah mencapai bagian dalam dan membutuhkan perawatan medis.
Sementara itu, PSA merupakan perawatan untuk membersihkan saluran akar gigi yang terinfeksi, membantu menghilangkan sumber nyeri, dan mempertahankan gigi agar tetap berfungsi. Membiarkan infeksi gigi tanpa penanganan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.
“Perawatan gigi tidak seharusnya baru dilakukan ketika rasa sakit sudah tidak tertahankan. Mengenali tanda-tanda kerusakan gigi sejak awal dapat membantu menentukan penanganan yang tepat,” kata Rahmanto Budi dalam keterangannya di Tangerang, Jumat (25/09) dikutip dari Antara.
Jika mengalami sakit gigi berkepanjangan, gigi berlubang dalam, gusi bengkak, benjolan pada gusi, serta nyeri yang mengganggu aktivitas, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke dokter gigi untuk menentukan penanganan yang tepat.
“Ketika gigi mengalami kerusakan, pilihan perawatan tidak selalu berarti pencabutan. Pada kondisi tertentu, PSA dapat dilakukan untuk mempertahankan gigi,” ujar Rahmanto.
Adapun manfaat PSA antara lain mengatasi infeksi gigi secara tuntas, mencegah pencabutan gigi, membantu menghilangkan nyeri, serta mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Selain itu, lubang pada gigi dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Jika dibiarkan, infeksi pada gigi berpotensi berkembang dan menyebar ke jaringan di sekitarnya hingga ke aliran darah.
“Menjaga kebersihan dan kesehatan gigi serta menangani infeksi secara tepat merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan,” tutur Rahmanto Budi.[]
Sumber: ANTARA






