Dimediasi Qatar, Taliban Bebaskan Warga AS Amir Amiri
Kabul (SI Online) – Seorang warga negara Amerika yang ditahan di Afghanistan sejak Desember lalu telah dibebaskan melalui mediasi Qatar.
Pembebasan Amir Amiri, yang pada Ahad dalam perjalanan kembali ke Amerika Serikat, merupakan yang kelima dari warga AS yang dibebaskan oleh penguasa Taliban Afghanistan, yang kembali berkuasa pada Agustus 2021 setelah penarikan pasukan pimpinan AS dari negara itu setelah 20 tahun pendudukan dan perang.
Negosiasi berlangsung selama beberapa bulan setelah pejabat Qatar berhasil mengatur pertemuan awal antara Amiri dan utusan khusus AS untuk urusan sandera, Adam Boehler, menurut sumber yang mengetahui masalah ini kepada Al Jazeera. Terobosan yang memastikan pembebasannya dicapai akhir pekan ini, kata mereka.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyambut baik pembebasan Amiri, dengan mengatakan hal itu menandai tekad pemerintah AS untuk melindungi warga negaranya dari penahanan sewenang-wenang di luar negeri.
“Meski ini merupakan langkah penting, masih ada warga Amerika lainnya yang ditahan secara tidak adil di Afghanistan,” katanya. “Presiden [Donald] Trump tidak akan berhenti sampai semua warga kami yang ditawan kembali ke rumah.”
Rubio tidak memberikan rincian alasan atau lokasi penahanan Amiri.
Empat warga negara AS lainnya yang telah dibebaskan tahun ini adalah Ryan Corbett, William McKenty, George Glezmann, dan Faye Hall.
Qatar, anggota Dewan Kerjasama Teluk, juga membantu pembebasan sepasang suami istri asal Inggris pada 19 September, setelah mereka dipenjara berbulan-bulan.
Qatar telah membantu pemerintahan Trump dalam memediasi pembebasan tawanan sejak pasukan Taliban menguasai Kabul pada 15 Agustus 2021, setelah pemerintah dukungan AS runtuh dan para pemimpinnya melarikan diri ke pengasingan.
Meskipun tidak ada negara di dunia yang secara resmi mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan, Doha mempertahankan saluran diplomatik dengan Taliban untuk memfasilitasi dialog dan menjadi jalur bagi negosiasi sensitif.
Menteri Luar Negeri Qatar mengatakan Amiri sedang dalam perjalanan menuju Doha dan kemudian akan melanjutkan perjalanan ke AS.
Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri, Mohammed bin Abdulaziz bin Saleh Al Khulaifi, mengatakan dalam sebuah pernyataan di X bahwa pembebasan ini “merupakan langkah penting menuju dorongan dialog langsung dan peningkatan saluran komunikasi antar pihak.”
Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi menyebut langkah yang diambil pemerintahnya ini sebagai hal positif dan berterima kasih kepada Qatar atas perannya yang efektif dalam memfasilitasi pembebasan tersebut. []
Sumber: Al Jazeera






