Revolusi
Kata sebagian orang revolusi menakutkan dunia
Revolusi identik dengan pertumpahan darah di dunia
Maka revolusi atau kudeta kadang dibalas dengan revolusi lagi
Jutaan orang jadi korban nyata
Ini terjadi ketika revolusi Rusia 1917-1922
Revolusi Meksiko 1910-1912
Revolusi komunis China 1945 – 1949
Ada revolusi lain yang tidak membawa korban kematian di dunia
Revolusi yang disambut gegap gempita rakyatnya
Revolusi yang mengubah kehidupan jahili menjadi ‘kehidupan Rabbani’
Revolusi yang mengubah kebiasaan tumpah darah menjadi persaudaraan cinta
Revolusi yang mengubah penyembahan hawa nafsu ke penyembahan Rabb sebenarnya
Revolusi yang mengubah masyarakat diskriminatif menjadi masyarakat yang setara
Itulah revolusi negara Madinah yang bercahaya
Diproklamirkan Rasulullah dengan para sahabat dekatnya
Pertumpahan darah yang sering terjadi antar suku jadi tiada
Rasulullah mempersaudarakan kaum pendatang dan penduduk setempat
Konstitusi tertulis pertama di dunia jadi sandaran bersama
Semua bersalaman menyambut gembira
Sayangnya kaum kafir tetap memelihara hasad dalam dirinya
Mereka tidak terima dengan revolusi yang dicetuskan Baginda tercinta
Mereka merongrong terus, sehingga terjadi peperangan besar di sana
Perang Badar, perang besar pertama
Kaum kafir Quraisy merasa sudah di atas angin kemenangan olehnya
Jumlah mereka 1000 dilengkapi dengan persenjataan lengkap di tangannyaa
Kaum Muslim saat itu hanya 300an dengan perlengkapan perang seadanya
Rasulullah menangis berdoa dengan khusyuk luar biasa
Mengharap kemenangan diperoleh meski harus menyabung nyawa
Mengharap Allah menurunkan bantuan malaikatNya
Perang pun berlangsung dengan ganasnya
Kaum kafir ngamuk kesetanan bagai ular yang seminggu tidak makan di dunia
Malaikat ‘berbaju putih‘ turun menebas leher dan tubuh mereka
Kaum Muslim terus bertahan melawan mereka yang jumlahnya tiga kali lipat di depannya
‘Ribuan malaikat turun‘ membantu pasukan kaum Muslim di sana
Peperangan pun akhirnya dimenangkan kaum Muslim dengan pertolongan RabbNya
Rasulullah dan sahabat bersyukur karena Madinah tetap bertahan meski nanti akan datang gempuran kaum kafir lagi dan lagi
Meski gempuran terus datang dari kaum kafir di sana
Madinah terus bertahan dan mengalami kemenangan gemilang akhirnya
Hingga kini Madinah masih ada
Dengan ulama dan santri yang terus belajar Al-Qur’an di sana
Kini kita menengok tanah air kita Indonesia
Perjuangan lebih 300 tahun melawan kaum kafir Portugis, Belanda dan Jepang
Tokoh-tokoh Islam dari seluruh tanah air tidak pernah menyerah meski kalah dalam senjata
Diponegoro dengan pasukannya di Jawa menghebohkan Belanda
Teuku Umar dengan pasukannya di Aceh membuat bingung Belanda
Begitu juga Malayahati, Tjut Nyak Din, Si Singamangara dan lainnya
Semangat jihad Allahu Akbar selalu mewarnai pertempuran
Hidup mulia atau mati syahid jadi pedoman
Hingga 1945 tiba
Tragedi bangsa Indonesia ketika proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945
Teks Piagam Jakarta yang harusnya dibaca
Diganti dengan coretan Soekarno di rumah Laksamana Maida
18 Agustus tragedi kedua
Kata ‘Islam’ dihilangkan dalam sidang yang dipimpin Soekarno juga
Kita tahu pada 22 Juni 1945 telah ada kesepakatan tokoh-tokoh kita
Bahwa nanti kalau merdeka, teks Piagam Jakarta ini yang dibaca
Piagam Jakarta adalah teks pembukaan UUD 1945 yang didalamnya ada kalimat Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya






