Ditunjuk Jadi Ketua Komite Nasional Administrasi Gaza, Inilah Sosok Ali Shaath
Pengalaman panjang di bidang pembangunan ekonomi, infrastruktur, dan rekonstruksi inilah yang menjadi dasar penunjukannya sebagai kepala komite teknokrat Palestina untuk mengelola Gaza pada fase pascaperang.
Pada 14 Januari 2016, Mesir, Qatar, dan Turki secara resmi mengumumkan selesainya pembentukan komite tersebut, dengan Ali Shaath sebagai ketuanya. Para mediator menilai langkah ini sebagai upaya penting untuk menopang stabilitas dan merespons krisis kemanusiaan yang memburuk di Gaza—krisis yang oleh banyak organisasi internasional dinilai sebagai konsekuensi langsung dari agresi dan pengepungan Israel.
Di Tengah Harapan dan Kecaman Dunia
Para mediator internasional menyatakan harapan bahwa pembentukan komite ini akan membuka jalan bagi implementasi fase kedua perjanjian gencatan senjata, sesuai rencana yang diumumkan Presiden AS saat itu, Donald Trump. Langkah tersebut diharapkan dapat menstabilkan situasi dan mencegah eskalasi baru, menyusul kesepakatan fase pertama yang diumumkan di Sharm El-Sheikh pada 9 Oktober 2025.
Namun, di lapangan, tantangan yang dihadapi Shaath jauh melampaui soal teknis. Ia memimpin di tengah kehancuran sistematis, pengungsian massal, dan tekanan internasional yang meningkat terhadap Israel atas dugaan kejahatan perang, termasuk penghancuran infrastruktur sipil, blokade kemanusiaan, dan penggunaan kekuatan yang tidak proporsional.
Bagi warga Gaza—yang bertahan hidup di antara reruntuhan dan musim dingin tanpa perlindungan—kepemimpinan Ali Shaath kini dipandang sebagai salah satu sedikit titik harapan. Apakah ia mampu menerjemahkan pengalaman panjangnya menjadi pemulihan nyata, atau justru terhimpit oleh realitas politik dan pendudukan yang terus berlangsung, masih menjadi pertanyaan terbuka.
Yang pasti, kisah Ali Shaath adalah potret seorang teknokrat Palestina yang kembali ke pusat panggung, bukan di ruang konferensi internasional, melainkan di jantung salah satu krisis kemanusiaan terburuk abad ini.[]
sumber: palinfo.com






