Dokter: Tak Hanya Paru-Paru, Merokok Juga Merusak Kesehatan Tulang
“Dalam praktik saya, saya selalu menekankan kepada pasien bahwa sehebat apa pun tindakan operasi atau alat medis yang digunakan, semuanya tidak akan mampu mengatasi proses penyembuhan yang buruk,” ujar dia.
Masalah besar lainnya yang berkaitan dengan penggunaan tembakau adalah osteoporosis.
Menurut Dr. Kumardev, kondisi ini membuat tulang menjadi rapuh karena kemampuan tubuh menyerap kalsium terganggu dan kepadatan tulang menurun.
Dalam hal ini, perempuan pasca-menopause sangat rentan terhadap osteoporosis, tetapi laki-laki memiliki risiko yang sama jika mereka terus menggunakan tembakau untuk jangka waktu yang lama.
“Osteoporosis meningkatkan kemungkinan menderita cedera tulang seperti patah pada pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan yang disebabkan oleh kecelakaan kecil,” kata Dr. Kumardev.
Dr. Kumardev menegaskan bahwa tembakau kunyah atau gutka bukanlah alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok.
Banyak orang menganggap tembakau kunyah lebih aman karena tidak dihirup ke paru-paru, padahal nikotin tetap memengaruhi metabolisme tulang apa pun cara konsumsinya.
“Lapisan positifnya di sini bahwa begitu penggunaan tembakau berhenti, proses penyembuhan dimulai. Pasien yang berhasil berhenti menggunakan produk tembakau sebelum prosedur ortopedi mereka atau selama pemulihan patah tulang mereka akan cenderung sembuh lebih cepat dan menderita lebih sedikit komplikasi,” tutur dia.
Oleh karena itu, jika mengalami nyeri punggung yang terus-menerus atau patah tulang berulang, ada baiknya mempertimbangkan bahwa penggunaan tembakau mungkin menjadi salah satu penyebab tersembunyi di balik masalah tersebut.[]
Sumber: ANTARA






