SEHAT

Berhenti Rusak Ginjal dengan Obat Pereda Nyeri

Jakarta (SI Online) – Mengonsumsi obat pereda nyeri atau painkiller untuk berbagai keluhan seperti sakit kepala secara berlebihan kini menjadi ancaman nyata yang berisiko merusak kesehatan ginjal.

Menyoroti kebiasaan buruk masyarakat yang kerap meminum obat pereda nyeri setiap kali mengalami ketidaknyamanan ringan, ahli nefrologi dari Rumah Sakit Spesialis Sahadri, Deccan, Dr. Manan Doshi, mengingatkan bahaya tersembunyi ini bagi tubuh manusia.

Sikap terlalu santai terhadap konsumsi obat bebas tanpa pengawasan medis ini telah menjadi ancaman yang mengkhawatirkan dan memerlukan perhatian serius demi melindungi keselamatan jiwa.

“Penyebab utama kerusakan ginjal akibat obat adalah kelompok Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID), dengan diclofenac, ibuprofen, dan naproxen sebagai yang paling sering dikonsumsi,” ujar Dr. Manan seperti dilaporkan Hindustan Times, Jumat (01/5).

Penggunaan obat-obatan tersebut secara berlebihan sangat mengkhawatirkan karena berpotensi merusak fungsi ginjal secara langsung tanpa disadari oleh penderitanya.

Dalam prosesnya, kelegaan jangka pendek yang dirasakan oleh pasien justru harus dibayar mahal dengan munculnya gangguan serius pada organ vital tersebut.

Dr. Manan menjelaskan bahwa obat ini bekerja dengan menghambat prostaglandin, yaitu zat kimia tubuh yang berperan penting dalam menjaga aliran darah ke ginjal tetap optimal.

“Ketika jalur ini terhambat, aliran darah ke ginjal menurun, dan Cedera Ginjal Akut (Acute Kidney Injury) dapat terjadi, bahkan dalam hitungan hari,” ujar dia.

Kondisi cedera ginjal akut merupakan salah satu risiko fatal yang paling rentan dialami oleh mereka yang sudah memiliki fungsi ginjal lemah sejak awal.

Lebih lanjut, Dr. Manan memaparkan konsep bahaya yang dikenal sebagai triple whammy, yaitu kondisi fatal saat seseorang mengonsumsi diuretik bersamaan dengan obat tekanan darah.

Meskipun masing-masing obat tersebut berfungsi menurunkan aliran darah ke ginjal secara perlahan, kombinasi keduanya justru membawa dampak yang jauh lebih merusak.

Jika obat pereda nyeri ditambahkan ke dalam kombinasi tersebut, efeknya akan langsung menekan ginjal secara mendadak dan memicu kerusakan permanen yang sangat berbahaya.

Risiko ini kian berlipat ganda karena banyak masyarakat yang sudah mengidap penyakit penyerta seperti diabetes atau hipertensi tanpa melakukan konsultasi medis yang tepat.

Sebagai langkah preventif, Dr. Manan membagikan panduan bijak agar masyarakat hanya menggunakan dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin saat terpaksa mengonsumsi pereda nyeri.

Bagi para penderita diabetes dan gangguan ginjal, penggunaan obat kelompok NSAID yang dijual bebas di pasaran sangat dilarang kecuali atas rekomendasi ketat dari pihak medis.

Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkeskotagunungsugih.org

“Nyeri yang berlangsung lebih dari 3–5 hari sebaiknya diperiksakan ke dokter, bukan diatasi dengan menambah dosis obat,” imbuh dia.[]

sumber: ANTARA

Back to top button