DAERAH

Gelar Stadium General di Ponpes Riyadhul Huda, ADI Kota Bogor Siapkan Dai yang Kompeten

Bagi Ustaz Roin, semangat perjuangan tersebut perlu menjadi inspirasi bagi ulama dan dai masa kini. Ia menekankan pentingnya keteguhan dalam memegang prinsip agama dan mengabdikan ilmu untuk kepentingan umat.

Ia juga mengingatkan agar para ulama tidak menyalahgunakan pengetahuan agama demi keuntungan pribadi, harta, atau jabatan. Dalam pandangannya, ulama harus menjalankan peran sebagai warasatul anbiya, yakni penerus tugas para nabi dalam membimbing masyarakat dan menegakkan nilai-nilai Islam.

Ustaz Roin turut mengingatkan lima fungsi DDII yang dicanangkan pendirinya, Mohammad Natsir, yaitu sebagai pengawal akidah, penegak syariah, penjalin ukhuwah, pengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta penggalang solidaritas dunia Islam.

Kelima fungsi itu menggambarkan bahwa dakwah memiliki cakupan luas. Selain membina kehidupan beragama, dakwah juga berkaitan dengan persaudaraan, kehidupan berbangsa, dan kepedulian terhadap sesama umat manusia.

Peseerta Muslimah ADI Kota Bogor bersama narsumber

Sementara itu, Mantan Menteri Kehutanan MS Kaban turut mengingatkan bahwa dakwah pada dasarnya merupakan gerakan untuk mengajak, mengingatkan, menasihati, sekaligus memberikan solusi atas berbagai tantangan kehidupan.

Menurutnya, dai harus memahami persoalan masyarakat dan mampu menunjukkan jalan keluar berdasarkan nilai-nilai Islam. Dakwah tidak berhenti pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan kehidupan sosial ke arah yang lebih baik.

Kaban menilai bahwa tantangan kehidupan yang menyimpang dari nilai-nilai agama tetap menjadi persoalan pada masa kini. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjadi muslim yang kaffah, yakni menjalankan ajaran Islam secara menyeluruh dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bersama.

Ia juga mengingatkan bahwa kewajiban berdakwah melekat pada setiap muslim, baik secara individu maupun berjamaah. Mengajak masyarakat mengenal dan menjalankan ajaran Islam, menurutnya, merupakan tanggung jawab yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan seorang muslim.

Merawat Perjuangan dari Pesantren

Di balik penyelenggaraan Stadium General, Pondok Pesantren Riyadhul Huda menjadi ruang pertemuan antara pendidikan, kaderisasi, dan kesinambungan perjuangan dakwah.

Pimpinan pesantren, KH Badru Kamal Makmun, mengungkapkan rasa syukurnya karena kegiatan ADI Kota Bogor dapat terlaksana. Ia berharap kegiatan tersebut memperkuat sinergi dakwah dengan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan membuka peluang kerja sama dengan Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI).

Ia juga menyampaikan kekagumannya terhadap pemikiran Mohammad Natsir serta perjuangan KH Khair Affandy. Baginya, keteladanan para tokoh tersebut menjadi sumber inspirasi dalam merawat perjuangan dakwah dari lingkungan pesantren.

Di hadapan para peserta, Kiai Badru turut memohon doa agar keluarga besar Pondok Pesantren Riyadhul Huda dapat terus menjaga keberlangsungan pesantren. Ia berharap anak-anaknya kelak mampu meneruskan perjuangan yang telah dirintis.

Harapan itu memperlihatkan bahwa dakwah bukan pekerjaan yang selesai dalam satu generasi. Ia membutuhkan proses panjang, lembaga pendidikan yang kokoh, kader yang terus bertumbuh, dan dukungan berbagai pihak untuk menjaga kesinambungan pengabdian. []

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button