DAERAH

Mahasiswa ADI RPL Kota Bogor Ikuti Pelatihan Guru Baca Al-Qur’an Metode Al-Barqy

Bogor (SI Online) — Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Kota Bogor menggelar Pelatihan Guru Membaca Al-Qur’an Metode Al-Barqy di Pondok Pesantren Riyadhul Huda untuk Program RPL(Rekognisi Pembelajaran Lampau), Sabtu (30/5/2026). Pelatihan ini menghadirkan Ustaz Taufik Nurochman sebagai pemateri utama dan diikuti oleh para mahasiswa ADI RPL dengan penuh antusias.

Sejak awal kegiatan, suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak aktif menyimak materi, mencatat penjelasan, serta mengikuti praktik pembelajaran yang diberikan. Semangat para mahasiswa terlihat dari kesungguhan mereka dalam memahami metode yang diajarkan sebagai bekal untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Ustaz Taufik menekankan pentingnya keikhlasan dalam berdakwah dan mengajarkan Al-Qur’an. Menurutnya, setiap amal yang dilakukan karena Allah akan mendapatkan pertolongan-Nya, sedangkan amal yang tidak dilandasi keikhlasan akan mudah diganggu oleh godaan setan.

Ia juga mengingatkan bahwa salah satu ciri orang beriman adalah mempercayai perkara gaib dan mengingatkan bahwa kebaikan yang paling hakiki sering kali tidak tampak oleh manusia. Selain itu, beliau menyampaikan pentingnya rasa syukur dalam kehidupan. “Kita bersyukur terlebih dahulu, kemudian Allah hadirkan kebahagiaan. Bukan menunggu bahagia baru bersyukur,” ujarnya.

Pada sesi materi, Ustaz Taufik menjelaskan bahwa Al-Barqy berasal dari kata yang berarti “secepat kilat”. Sesuai dengan namanya, metode ini dirancang agar peserta didik dapat membaca Al-Qur’an dengan lebih cepat, mudah, dan tidak mudah lupa.

Ia menjelaskan bahwa secara umum terdapat dua pendekatan dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an,yaitu metode huruf buta berupa pengenalan huruf hijaiyah satu per satu dan metode kata lembaga. Metode Al-Barqy termasuk dalam metode kata lembaga, yaitu mengenalkan huruf-huruf hijaiyah melalui rangkaian kata yang harus dihafalkan sehingga memudahkan proses belajar.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan teknik “Bela Cecak”, yaitu singkatan dari Baca, Eja, Lambat, Cepat, dan Acak. Teknik ini digunakan untuk memperkuat penguasaan peserta didik terhadap materi yang dipelajari.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan huruf-huruf yang mudah, pengenalan harakat, pengenalan tanwin, serta pengenalan huruf-huruf yang lebih sulit. Seluruh materi disampaikan secara bertahap disertai praktik langsung agar peserta dapat memahami metode Al-Barqy secara komprehensif.

Ustaz Taufik juga menegaskan bahwa mengajarkan Al-Qur’an merupakan salah satu pekerjaan yang paling mulia. Beliau mengutip sabda Rasulullah: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Menurutnya, seorang guru Al-Qur’an tidak boleh menjadi “pengajar ngaji kebetulan”, yaitu mengajar tanpa dibekali kemampuan dan metode yang memadai. karena itu guru yang ikhlas harus memiliki target pembelajaran yang jelas agar setiap pertemuan memberikan hasil yang terukur bagi peserta didik.

Melalui pelatihan ini, ADI Kota Bogor berharap para mahasiswa mampu menguasai metode Al-Barqy dan mengimplementasikannya dalam kegiatan dakwah serta pembelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat. Dengan bekal metode yang tepat, diharapkan semakin banyak generasi Muslim yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, benar, dan penuh kecintaan terhadap Al Qur’an.

rep: zakaria

Back to top button