MUHASABAH

Haji Tak Sekadar ‘Kesan’, Tapi Perwujudan ‘Pesan’ dalam Perjuangan

Semangat inilah yang dahulu membuat Belanda takut terhadap jamaah haji Nusantara. Namun, bagaimana dengan kondisi saat ini? Apakah negara-negara penjajah yang menindas seperti Amerika Serikat dan Israel yang jelas-jelas zalim dengan membantai kaum Muslimin merasa gentar terhadap jutaan umat Islam yang berhaji setiap tahun?

Faktanya, kezaliman justru semakin menjadi, mereka makin beringas, kasar, menjadi-jadi dalam melakukan genosida terhadap muslimin di Gaza, Palestina. Hal ini mengingatkan pada peringatan Nabi saw bahwa umat Islam di akhir zaman akan seperti buih di lautan—banyak jumlahnya, tetapi lemah.

Dikisahkan pula dalam mimpi Abdullah bin Mubarak, seorang ulama besar, bahwa pada suatu musim haji hampir tidak ada ibadah haji yang diterima, kecuali milik seorang tukang sepatu di Damaskus yang bahkan tidak berangkat haji. Ia menghabiskan hartanya untuk membantu seorang janda dan anak-anak yatim yang kelaparan.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa esensi ibadah bukan hanya pada ritual, tetapi pada keikhlasan, pengorbanan, dan keberpihakan kepada sesama.

Meski demikian, kita tetap berhusnuzan kepada Allah Swt. Semoga para jamaah haji memahami hakikat ibadah haji secara utuh dan menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakatnya masing-masing. Wallahu a’lam.[]

Iyus Khaerunnas Malik
Pengasuh Pondok Bumi Tafakur Bogor

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button