Hamas Komitmen Damai, Israel Ingkari Kesepakatan
Kota Gaza (Suaraislam.id) — Kelompok perjuangan Palestina, Hamas, menegaskan kesiapannya untuk mengimplementasikan peta jalan perdamaian di Jalur Gaza. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Hamas, Hazem Qassem, dalam pernyataan resmi pada Kamis (24/9/2026).
Pernyataan itu muncul di tengah berlangsungnya Sidang ke-81 Majelis Umum PBB yang menempatkan isu Palestina sebagai salah satu fokus pembahasan utama.
“Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menegaskan kembali kesiapan penuh Hamas untuk menerapkan peta jalan yang disepakati bersama Dewan Perdamaian (Board of Peace) terkait rencana perdamaian di Jalur Gaza,” demikian bunyi pernyataan Hamas.
Qassem mengatakan bahwa Hamas telah melakukan sejumlah langkah yang diperlukan untuk mewujudkan peta jalan tersebut.
Namun, ia menuduh Israel menolak mematuhi kesepakatan dan justru menggencarkan agresinya terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Pada Juli 2026, Dewan Perdamaian mengumumkan bahwa Hamas telah menyetujui peta jalan untuk melaksanakan tahapan selanjutnya dari perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.
Rencana tersebut menyerukan pemindahan kendali wilayah Gaza secara bertahap kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, disertai pembentukan badan khusus untuk memantau pelanggaran yang dilakukan oleh Hamas maupun Israel.
Sebelumnya pada 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas sepakat melaksanakan tahap pertama rencana perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump melalui mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki. Gencatan senjata tersebut mulai berlaku secara resmi di Jalur Gaza pada keesokan harinya.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel mundur ke wilayah “Garis Kuning” (Yellow Line), meskipun tetap mempertahankan kendali atas lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza.[]
Sumber: Sputnik






