Hormuz Tertutup, Anggaran Tergerus
Reformasi Tata Kelola dan Kedaulatan Investasi
Penggunaan anggaran negara harus diarahkan pada program yang benar-benal membangun ketahanan, bukan sekadar proyek berbasis mark up yang rentan terhadap praktik koruptif. Program seperti MBG perlu dikaji ulang agar tidak menjadi beban fiskal baru.
Skema investasi asing harus diubah dari pendekatan bisnis ke pemerintah menjadi bisnis ke bisnis, memastikan relasi yang setara dan transparan. Pola ini akan melindungi kedaulatan ekonomi dari intervensi asing yang bersifat mendikte.
Indonesia tidak perlu memilih sisi dalam konflik global, tetapi harus memastikan kepentingan nasional tidak dikorbankan. Keberanian Iran dalam mempertahankan posisi tawar seharusnya menjadi cermin, bukan bahan ejekan.
Diplomasi yang bermartabat dimulai dari ketahanan domestik yang kuat dan tata kelola anggaran yang bersih. Tanpa fondasi itu, setiap gelombang krisis akan terus mengguncang pondasi ekonomi nasional.
Kemandirian energi bukan sekadar slogan kampanye, melainkan prasyarat mutlak bagi kedaulatan negara di tengah ketidakpastian geopolitik yang semakin sulit diprediksi. Reformasi birokrasi menjadi fondasi utama kemajuan. []
Muhibbullah Azfa Manik






