BEAUTY

Ibunda Sarah, Cerminan Kecantikan Hakiki

Seperti menjadi sebuah tradisi di setiap penghujung tahun, media massa akan melakukan polling untuk mendapatkan siapa manusia ‘ter-’ sepanjang tahun. Tercantik, terkaya, terhebat, terpintar dan segala ‘ter’ lainnya. Yael Shelbia Cohen artis dan model asal Israel yang berhasil menempati peringkat pertama sebagai wanita tercantik di dunia versi TC Candler.

Namanya mungkin masih asing di telinga kita, tapi bagaimana dengan Maudy Ayunda? Pasti sudah tidak asing bagi kita. Artis asal Indonesia ini berada di urutan ke 85 di antara 100 wanita tercantik di dunia versi TC Candler mengalahkan Priyanka Chopra, artis papan atas Bollywood yang berada di posisi 91.

Pastinya ada kebanggaan tersendiri bagi para wanita ini karena mereka masuk dalam deretan 100 wanita paling cantik dari sekian juta wanita yang ada di dunia. Namun apalah arti menjadi wanita yang paling cantik hanya di dunia semata. Karena kecantikan fisik itu bisa pudar, seiring bertambahnya usia. Dan apalah artinya jika kecantikan yang telah Allah anugerahkan kepada para wanita ini tidak diiringi dengan akhlak yang mulia.

Seandainya saja mereka tahu bahwa kecantikan yang mereka miliki itu belum seberapa dibanding dengan kecantikan ibunda Sarah, istri Nabi Ibrahim a.s. Kecantikan yang beliau miliki adalah kecantikan yang hakiki, tak hanya di dunia tapi juga sampai akhirat, pesonanya buka tipu daya, bukan kaleng-kaleng apalagi hasil rekayasa tangan manusia.

Ibnu Asakir meriwayatkan hadits dari Rabi’ah Al-Jurasyi, Rasulullah Saw bersabda: “Keindahan (ketampanan dan kecantikan) dibagi menjadi dua, satu bagian untuk Sarah dan Yusuf, satu bagian lagi untuk seluruh manusia.”

Sungguh tak terbayangkan bagaimana cantiknya ibunda Sarah, kalau kecantikan dan ketampanan dibagi dua, yang satu bagian ini dibagi hanya untuk ibunda Sarah dan Nabi Yusuf a.s., sedangkan satu bagiannya lagi dibagi kepada jutaan umat manusia di dunia. Masyaa Allah tabarakallah. Namun dengan kecantikannya, tidak membuat ibunda Sarah sombong dan lupa atas fitrahnya sebagai makhluk ciptaan Allah yang wajib taat pada aturan-Nya.

Beliau adalah wanita yang mampu menjaga izzah dan iffah. Izzah adalah kehormatan sebagai seorang wanita, sedangkan iffah adalah bagaimana dia menjaga kesucian dirinya dengan menjadikan rasa malu sebagai perhiasannya. Ibunda Sarah mengajarkan bagaimana ia senantiasa berlindung kepada Allah SWT agar kehormatannya selalu terjaga.

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button