Innalillahi, Ulama Kharismatis NTB TGH Turmudzi Badaruddin Wafat
Setelah itu, ia berangkat ke Makkah dan menetap di Tanah Suci selama kurang lebih 10 tahun. Sekembalinya ke Tanah Air pada 1962, ia mulai merintis pendirian Madrasah Diniyah dan Madrasah Ibtidaiyah Qamarul Huda, yang disusul dengan peresmian pondok pesantren pada tahun berikutnya.
Pengembangan lembaga pendidikan Islam tersebut terus berlanjut dengan dibukanya jenjang Madrasah Tsanawiyah pada 1968 dan Madrasah Aliyah pada 1984.
Pada 1999, PBNU menyelenggarakan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Qamarul Huda. Dalam forum nasional tersebut, muncul gagasan strategis untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi di lingkungan pesantren.
Atas inisiatif Ketua Umum PBNU saat itu, KH Abdurrahman Wahid, Pondok Pesantren Qamarul Huda menjalin kerja sama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Ibrahimy, Jawa Timur. Kolaborasi tersebut akhirnya melahirkan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibrahimy di kompleks pesantren pada tahun 1999.






