NUIM HIDAYAT

Polemik Konser Andrea Bocelli: Ada Upaya Adu Domba Elemen Ulama?

Majelis Ulama Indonesia telah berkali-kali menyatakan bahwa Andrea Bocelli terlibat dalam dukungan dana untuk tentara Israel, IDF (Israel Defence Force). Karena itu MUI menolak konser Andrea Bocelli.

Meski mendapat penolakan MUI, pemerintah tetap ngotot menyelenggarakannya pada 31 Oktober lalu di Kawasan Borobudur, Magelang. Kini muncul beberapa kiai yang dukung konser Bocelli. Lalu, siapa yang mendorong beberapa kiai itu melakukan deklarasi dukungan ke Bocelli?

Beberapa kiai itu melakukan deklarasi dukungan konser Bocelli di Janji Jiwa Coffee and Kitchen, Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Mereka adalah:

  1. Muhammad Rofik Muallimin, mantan Ketua Umum PB PMII, Pengasuh Pesantren Latifah Mubarokiyah, Bantul. Ia memimpin deklarasi dan disebut sebagai koordinator alim ulama, pengasuh pesantren, dan cendekiawan Muslim.
  2. KH Abdullah Affas, Ketua Umum Syarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi).
  3. Hery Haryanto Azumi, Inisiator Qutuv Global Indonesia. Ia merupakan salah satu penggagas pertemuan dan menyampaikan pandangan mengenai persatuan dan perdamaian dunia.

Dalam deklarasi itu mereka menyatakan mendukung penyelenggaraan konser Andrea Bocelli, mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas dukungan terhadap konser, mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak terprovokasi perbedaan pandangan dan menyerukan perdamaian dunia, penghentian perang, dan perlindungan warga sipil.

Kontan dukungan beberapa kiai ini ramai di media sosial. Diantara netizen ada yang menyatakan kiai palsu, kiai bayaran dan lain-lain.

Bila dicermati, sikap para kiai ini aneh. Mereka seperti menutup mata terhadap riwayat Andrea Bocelli. Penyanyi dari Italia kelahiran 1958 ini beberapa kali melakukan konser untuk mendukung pasukan Israel. MUI mencatat setidaknya dalam dua konser. Yaitu dalam konser penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles pada 2010 serta konsernya di Tel Aviv pada 2022.

Para aktivis internasional pro Palestina yang tergabung dalam BDS (Boycott, Divestment, Sanctions), juga menolak konser Bocelli yang akan dilaksanakan di Petra, Yordania pada 27 November 2026.

Bagi MUI, persoalan ini bukan semata-mata tentang musik atau hiburan. Ini menyangkut keberpihakan moral terhadap perjuangan rakyat Palestina. Pada 13 Oktober 2026, Dewan Pimpinan MUI mengeluarkan pernyataan sikap bernomor Kep-111/DP-MUI/X/2026. MUI secara tegas menolak konser tersebut dan meminta pemerintah tidak memberikan izin serta membatalkan seluruh rencana penyelenggaraannya.

Pemerintah nampaknya tidak mendengarkan suara MUI. Pemerintah mendengarkan suara lain. Entah dari menterinya, penasihatnya atau dari pejabat luar negeri. Demonstrasi yang dilakukan oleh para pemuda Islam di dekat Borobudur pun dicuekin. Ribuan polisi diperintahkan menghadangnya.

Memang dalam kasus genosida Israel ini presiden Prabowo lembek. Entah ia takut boikot dari Amerika-Israel atau apa, Prabowo tidak berani memberi sanksi kepada Israel. Jauh beda dengan sikap negara tetangga, Anwar Ibrahim yang berani melarang warga Israel masuk ke Malaysia. Anwar juga tetap pada pendirian tidak ada hubungan diplomatik dan hubungan dagang dengan Israel.

Indonesia aneh. Sejak 2001, ketika Luhut Binsar menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan, hubungan resmi dagang Indonesia Israel dibuka. Hingga kini hubungan dagang itu masih ada.

1 2Laman berikutnya
Back to top button