Ironi Perang dan Ancaman Nuklir di Timur Tengah
Pada akhirnya, pernyataan Balkhy di atas adalah cermin dari kegagalan kolektif umat manusia. Atas nama keamanan, kita menciptakan ketidakamanan yang lebih besar. Atas nama perdamaian, kita menggali kuburan massal bagi peradaban itu sendiri. Dan ketika bom nuklir benar-benar meledak, tidak ada sistem kesehatan, tidak ada bantuan internasional, tidak ada solidaritas global yang akan sanggup menangani konsekuensinya.
Peringatan dari laporan Manhattan Project bahwa dampak radiasi akan berlangsung lama dan sulit diatasi, kita mungkin akan menghadapi kenyataan bahwa tidak ada yang namanya ‘cara yang menyenangkan untuk mati’ akibat senjata nuklir. Yang ada hanyalah penderitaan panjang yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, di tengah puing-puing peradaban yang hancur oleh ulah tangan manusia itu sendiri.
Allah SWT berfirman:
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)[]






