#Perang Iran vs AS-IsraelINTERNASIONAL

Resmi Berlaku, Ini 14 Poin Penting Perjanjian Damai AS-Iran

JAKARTA (Suaraislam.id) – Perjanjian terbaru antara Amerika Serikat dan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata resmi mulai berlaku pada Kamis (18/6/2026). Presiden AS, Donald Trump, menandatangani perjanjian tersebut pada Rabu malam kemarin saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Evian-les-Bains, Prancis.

Salah satu poin krusial dalam perjanjian tersebut adalah kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz yang sangat vital bagi jalur perdagangan global.

“Sudah diteken,” kata Trump kepada pers saat meninggalkan Istana Versailles, usai menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Menteri Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menjelaskan bahwa kesepakatan antara kedua negara tersebut disusun dalam bahasa Inggris dan Farsi.

“Ini menunjukkan tingkat transparansi tertinggi dalam komunikasi publik kami,” kata Baghaei kepada kantor berita milik pemerintah Iran, IRIB.

Menurut Baghaei, penggunaan dua bahasa ini sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman.

“Jika teks tersebut hanya ada dalam bahasa Inggris, mungkin akan ada terjemahan yang subjektif atau berbeda,” ujarnya.

Secara keseluruhan, perjanjian antara AS dan Iran ini memuat 14 poin utama. Salah satu poin krusialnya menyatakan dengan tegas bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Perjanjian ini juga mengatur pengalokasian dana sebesar 300 miliar dolar AS (sekitar Rp5.349 triliun) untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran. Namun, pihak AS tidak diwajibkan untuk berkontribusi secara finansial terhadap dana kemitraan regional tersebut.

Perjanjian damai ini akhirnya ditandatangani setelah empat bulan konflik bersenjata antara Iran dan AS yang disokong Israel berkecamuk. Pemerintahan Trump menyebut perjanjian tersebut bersifat berbasis kinerja (performance-based), yang berarti Iran hanya akan menerima manfaat jika mematuhi komitmen mereka.

Walaupun telah resmi disepakati, perjanjian bilateral ini dinilai masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab di lapangan. Berikut adalah rincian beberapa poin penting yang sejauh ini telah diketahui terkait isi perjanjian tersebut:

Poin 1: Mengakhiri Konflik di Semua Lini

Paragraf pertama perjanjian menyatakan bahwa AS, Iran, dan sekutu mereka akan menghentikan operasi militer sesegera mungkin secara permanen di semua lini, termasuk Lebanon. Dari perspektif AS, Trump semakin khawatir bahwa kelanjutan operasi militer Israel terhadap Hizbullah di Lebanon dapat menggagalkan perjanjian dengan Iran.

Di sisi lain, Iran berulang kali menegaskan agar wilayah Lebanon wajib tercakup dalam wilayah kesepakatan gencatan senjata dengan AS. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut setiap kelanjutan operasi militer Israel di Lebanon sebagai pelanggaran kesepakatan dan mereka akan mengambil tindakan yang diperlukan.

Melalui poin ini, AS dan Iran sepakat untuk memastikan integritas teritorial dan kedaulatan Lebanon. Kedua belah pihak juga menyatakan komitmen untuk tidak memulai operasi militer baru ataupun saling melempar ancaman.

Kedua negara menegaskan bahwa dibutuhkan perjanjian lanjutan yang mengarah pada penghentian konflik secara permanen. Namun, hingga saat ini belum diketahui bagaimana respons dan reaksi resmi Israel terhadap poin gencatan senjata ini.

1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button