#Gencatan SenjataINTERNASIONAL

Israel Paksa 154 Tahanan Palestina yang Dibebaskan Hidup di Pengasingan

Keluarga para tahanan Palestina yang menanti kepulangan kerabat mereka terkejut mengetahui bahwa mereka akan dideportasi.

Namun pengasingan berarti keluarganya mungkin tidak bisa bepergian untuk menemuinya, karena Israel mengontrol perbatasan Palestina.

“Kita mungkin akan melihat keluarga yang menyaksikan orang tercinta mereka dideportasi keluar dari Palestina, namun mereka tidak punya cara untuk menemui mereka,” kata Nida Ibrahim, jurnalis Al Jazeera yang sering meliput dari Tepi Barat yang diduduki.

‘Keuntungan ganda bagi Israel’

Menurut Qarmout, deportasi ini dimaksudkan untuk mencegah Hamas atau kelompok Palestina lain mengklaim kemenangan simbolis dari kesepakatan tersebut, sekaligus menghapus para tahanan yang dibebaskan dari arena politik.

“Pengasingan berarti akhir dari masa depan politik mereka,” katanya.

“Di negara tujuan mereka, mereka akan menghadapi pembatasan ekstrem, sehingga tidak dapat aktif dalam isu apa pun yang berkaitan dengan konflik.”

Ia menambahkan bahwa deportasi ini merupakan bentuk pemindahan paksa dan hukuman kolektif terhadap keluarga para tahanan — yang kini akan terpisah selamanya atau terpaksa meninggalkan tanah air jika diizinkan Israel untuk pergi demi bergabung dengan kerabat mereka.

“Ini adalah situasi win-win bagi Israel,” katanya, membandingkan nasib para tahanan Palestina itu dengan sandera Israel yang dibebaskan, yang dapat kembali melanjutkan hidup mereka di Israel.

“Ini hanyalah contoh lain dari standar ganda dan kemunafikan,” tambahnya. []

Sumber: Al Jazeeraa

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button