Jadilah Pemimpin yang Bertakwa
Mengemban Amanah Kekuasaan
Pemimpin yang bertakwa akan bersungguh-sungguh dalam mengemban amanah. Kepemimpinannya kelak dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat dan Allah Swt.
Dalam hadis sahih disebutkan:
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala negara) adalah pemimpin manusia secara umum dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadis lain ditegaskan:
عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً ، يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ ، وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ ، إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
Dari Ma’qil bin Yasair radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba diberi amanah oleh Allah untuk memimpin bawahannya, lalu ia mati dalam keadaan berbuat curang kepada rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga atasnya.” (Muttafaq ‘Alaih).
Ancaman bagi pemimpin yang curang, korup, serta tidak adil sangat dahsyat karena Allah Swt. mengharamkan surga baginya. Na’udzubillahi min dzalik.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
أَيُّمَا رَاعٍ غَشَّ رَعِيَّتَهُ فَهُوَ فِي النَّارِ
“Siapa pun pemimpin yang menipu rakyatnya, tempatnya adalah di neraka.” (HR. Ahmad).
Kondisi bangsa dan rakyat sangat bergantung pada kualitas pemimpinnya.
Mengingat jabatan adalah amanah, Khalifah Umar bin Khaththab sangat takut menghadapi Hari Perhitungan (Yaumul-Hisab). “Seandainya ada seekor keledai terperosok di Kota Baghdad karena jalan rusak, aku khawatir Allah akan menuntut tanggung jawabku di akhirat kelak,” ucap Umar.
Integritas pejabat dalam Islam dinilai dari kecakapannya mengemban amanah. Mengemban amanah merupakan karakter orang beriman, sedangkan berkhianat adalah ciri orang munafik.
Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tanda-tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia ingkar, dan apabila diberi amanah ia berkhianat.” (Muttafaq ‘Alaih).
Pada kesempatan lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan: “Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji.” (HR. Ahmad).
Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Pemimpin yang bertakwa wajib melaksanakan tugas amar ma’ruf nahi munkar. Tugas ini berlaku bagi setiap muslim, terlebih bagi seorang pemimpin.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ
“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, ubahlah dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).





