#Ramadhan 1447 HOASE

Jangan Lewatkan! Rahasia Ibadah Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

Ketiga, membangunkan keluarga untuk beribadah.

Rasulullah saw juga mengajak keluarganya untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan agar mereka mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا ، قَالَتْ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ ، شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Dari Aisyah ra., ia berkata, “Apabila memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, Nabi saw mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Ungkapan “mengencangkan sarung” dalam hadits tersebut menunjukkan kesungguhan Nabi saw dalam beribadah serta meninggalkan kesibukan dunia yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.

Keempat, memperbanyak doa memohon ampunan.

Pada malam-malam terakhir Ramadhan, Rasulullah saw juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa, khususnya doa yang dibaca ketika bertemu dengan malam Lailatul Qadar.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، أَنَّهَا قَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ، مَاذَا أَدْعُو بِهِ ؟ قَالَ : قُولِي : اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Aisyah ra. bertanya, “Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan malam Lailatul Qadar, doa apa yang harus aku baca?”

Beliau menjawab, “Bacalah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memaafkan, maka maafkanlah aku).” (Riwayat Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dan An-Nasa’i).

Itulah beberapa amalan yang dicontohkan Rasulullah saw pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Semua itu dilakukan agar seorang hamba dapat merasakan kenikmatan beribadah dan kedekatan dengan Allah Ta’ala, serta meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar yang penuh keberkahan. Wallahu a’lam bish shawab.

KH Bachtiar Nasir 

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button