Konten Dakwah Rasulullah Saw
Ayat-ayat Al-Qur’an menjelaskan hal ini terkait pengawasan Allah SWT yang tak pernah lengah pada perbuatan hambaNya. Hal ini menuntun hamba untuk terikat pada perintahNya dan menjauhi laranganNya. Menuntun hamba untuk tunduk dan patuh tanpa tapi dan nanti padaNya semata. Menuntun hamba untuk hidup dalam suasana iman.
Rasulullah Saw menjelaskan ayat Al-Qur’an terkait doa, zikir dan istighfar yang menjadikan hamba menjadi tenang. Rasulullah Saw memberi teladan dalam mencintai Allah dengan beramal shalih. Menstandarkan cinta dan benci karena Allah SWT. Mengajarkan diri untuk senantiasa sabar dalam ujian baik harta maupun jiwa dan ridha atas qadha Nya. Tawakal dalam menjalani kehidupan sehingga tak berputus asa. Bersikap lemah lembut pada sesama mukmin dan bersikap tegas pada orang-orang kafir yang memerangi muslim. Karena Allah menyatakan dalam firman-Nya akan kepastian balasan berupa ridha dan jannahNya atas amal shalih, dan sebaliknya murka dan siksaNya atas kemaksiatan.
Dengan hal ini semua, para shahabat menunjukkan keridhaan dalam kesulitan dakwah bersama Rasulullah Saw. Keridhaan terhadap penyiksaan fisik di luar batas kemanusiaan dari kafir Quraisy Mekkah. Keridhaan dan dan selalu semangat dalam berperang di jalan Allah di Madinah. Ya mereka senantiasa fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dalam amar ma’ruf nahi munkar.
Ketiga, penjelasan pada manusia terkait penyelesaian masalah mereka (an tubayyinu linnaasi halla masyaakilihim).
Allah menurunkan Islam tak hanya mengatur terkait hubungan hamba dengan-Nya (ibadah ritual). Tapi juga aturan hubungan manusia dengan dirinya sendiri dan manusia lain. Ini menunjukkan bahwa ideologi Islam sempurna dengan kepastian membawa kemashlahatan pada manusia.
Setiap masalah kehidupan selama dakwah di Mekkah dan Madinah, Allah senantiasa memberikan solusinya melalui ayat-ayat Al-Qur’an. Di Mekkah membunuh anak perempuan hidup-hidup hal biasa karena dianggap aib dan beban keluarga. Ayat Al-Qur’an melarang tegas membunuh anak hanya karena takut miskin karena hal tersebut dosa besar. Sumber ekonomi di Mekkah adalah riba dan masyarakatnya pencandu khamr. Turun ayat Al-Qur’an yang mencela riba dan khamr karena identik dengan kezaliman dan merusak akal.
Pun sama di Madinah, permasalahan kehidupan lebih kompleks karena ideologi Islam sebagai aturan kehidupan kaffah. Misalnya ada yang berzina diterapkan hukuman berupa jilid atau rajam. Ada yang mencuri diterapkan hukuman berupa potong tangan. Ada yang membunuh diterapkan hukuman qishas. Pengharaman total terhadap riba dan khamr. Pembagian hasil ghanimah perang secara adil dalam panduan ayat Al-Qur’an sehingga harta tak beredar antara orang kaya saja. Permasalahan rumah tangga baik cerai, nafkah, waris dan lainnya diatur secara detail dan diterapkan dalam kehidupan.
Menampilkan syariat islam sebagai solusi masalah kehidupan adalah rahasia hidup dakwah. Sehingga Islam bukanlah konsep teoritis dan doktrin yang tak ada hubungannya dengan realitas kehidupan. Tapi ideologi pengatur dan penyelesaian kehidupan manusia. Hal inilah yang dapat menjadikan Islam rahmatan lil ‘alaamin terwujud dalam kehidupan. Wallahu a’lam bish-shawab.[]
Desti Ritdamaya, Praktisi Pendidikan.






