Kunjungan Perdana, Ketum DDII Datangi Dewan Dakwah Kota Bogor

Bogor (Suaraislam.id) – Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat yang baru, Fathurrahman Mahfudz, melakukan kunjungan perdana ke kantor DDII Kota Bogor dalam kegiatan Sharing Session yang digelar Jumat malam (2/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus ta’aruf antara pimpinan baru DDII Pusat dengan jajaran pengurus DDII Kota Bogor. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, diwarnai berbagi pengalaman mengenai perjalanan aktivitas dakwah Ketua Umum DDII.
Fathurrahman sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Umum DDII. Ia kemudian ditunjuk menjadi Ketua Umum DDII Pusat setelah Ustaz Adian Husaini mengundurkan diri. Penunjukan tersebut berlangsung dua hari sebelum kegiatan Sharing Session di Bogor.
Dalam sambutannya, Fathurrahman menyoroti sejumlah tantangan yang harus menjadi perhatian gerakan dakwah ke depan. Salah satunya adalah perubahan budaya akibat perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, derasnya perkembangan AI harus disikapi secara bijak. Teknologi dapat membantu berbagai aktivitas manusia, tetapi jangan sampai melahirkan ketergantungan yang justru melemahkan kemampuan manusia.
“Tantangan dakwah hari ini salah satunya budaya instan dengan gencarnya AI. Oleh karena itu, jangan sampai ketergantungan pada teknologi melemahkan pola pikir kritis, kreativitas, dan interaksi sosial manusia,” ujar Fathurrahman.
Selain perkembangan teknologi, ia mengingatkan pentingnya membaca peluang sekaligus tantangan dari bonus demografi Indonesia.
Bonus demografi merupakan kondisi ketika jumlah penduduk usia produktif, yakni 15 hingga 64 tahun, jauh lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian serius dunia dakwah.
Karena itu, dakwah kepada generasi muda perlu terus diperkuat. Generasi muda tidak hanya menjadi objek dakwah, tetapi juga harus dipersiapkan menjadi bagian dari kekuatan dakwah di masa depan.
Fathurrahman juga menekankan pentingnya membangun kemandirian dalam aktivitas dakwah, terutama dari sisi ekonomi.
Menurutnya, lembaga dan gerakan dakwah perlu memiliki kekuatan ekonomi agar dapat menjalankan program secara berkelanjutan dan tidak bergantung pada bantuan pihak lain.
“Dakwah juga harus mandiri, dengan menguatkan ekonomi, jangan sampai minta-minta,” tegasnya.
Di sisi lain, Fathurrahman mendorong DDII untuk membangun kerja sama yang lebih luas, baik dengan pemerintah maupun lembaga nonpemerintah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar berbagai kegiatan dakwah dapat terus berjalan dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Salah satu kebutuhan yang masih menjadi perhatian adalah permintaan dai untuk wilayah pedalaman. Menurut Fathurrahman, hingga saat ini kebutuhan dai di sejumlah daerah pedalaman belum seluruhnya dapat ditangani.
“Permintaan dai untuk daerah pedalaman juga belum tertangani semua,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah dakwah yang membutuhkan penguatan sumber daya manusia, pembiayaan, sekaligus jaringan kelembagaan.
Dalam konteks itu, Fathurrahman juga menyampaikan gagasan untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarlembaga yang memiliki perhatian terhadap dakwah dan pendidikan Islam.
Khusus di Bogor, ia berharap ke depan dapat diagendakan pertemuan bersama lembaga-lembaga yang serumpun, antara lain Dewan Dakwah, Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI), Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Ponpes Darul Falah, Ponpes Mahasiswa Ulil Albab dan lembaga serumpun lainnya.
Bagi Fathurrahman, kunjungan ke Bogor juga memiliki makna tersendiri. Ia mengungkapkan kegembiraannya dapat berkumpul dan bersilaturahmi di kota dimana ia tinggal.
“Senang bisa kumpul di Bogor, this is my home,” ujarnya.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan berbagi pengalaman mengenai dinamika kepengurusan serta aktivitas dakwah DDII Kota Bogor. Suasana kekeluargaan mewarnai kegiatan yang menjadi pertemuan awal antara Ketua Umum DDII Pusat yang baru dengan jajaran pengurus DDII Kota Bogor. []






