NASIONAL

Ketum DDII Serukan Perlawanan Bela NKRI: ‘Lawan Tetap Lawan!’

Jakarta (Suaraislam.id) – Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ustaz Furrahman Mahfudz, menyerukan persatuan dan perlawanan untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menegaskan, kecintaan terhadap Tanah Air harus diwujudkan dengan menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Seruan tersebut disampaikan Furrahman saat berorasi dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Ahad (8/11/2026). Aksi itu diikuti sejumlah ulama, tokoh nasional, dan elemen masyarakat, serta diwarnai orasi para pimpinan organisasi massa Islam.

“Kita hadir hari ini karena kecintaan kita kepada Tanah Air. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang digaungkan oleh Mohammad Natsir wajib kita pertahankan,” tegas Furrahman di hadapan peserta aksi.

Untuk membangkitkan semangat massa, Ketua DDII itu kemudian mengajak peserta aksi meneriakkan slogan perlawanan. “Ketika saya bilang lawan, tetap lawan!” serunya.

Seruan tersebut langsung disambut peserta aksi dengan teriakan, “Lawan!”

Furrahman mengulang slogan itu beberapa kali dan diikuti serentak oleh massa. Ia kemudian menutup orasinya dengan takbir.

Seruan Ketua DDII tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam aksi yang membawa semangat pembelaan terhadap Indonesia, penolakan terhadap oligarki dan penguasaan asing atas aset negara, serta desakan penegakan hukum secara konsisten.

Selain Furrahman, Ketua Umum Al-Irsyad, Ustaz Faisal bin Ma’di, juga menyampaikan kritik terhadap pengelolaan negara. Ia menilai Indonesia yang memiliki wilayah luas dan kekayaan sumber daya alam melimpah seharusnya mampu memberikan kemakmuran bagi rakyatnya.

Ia membandingkan kondisi Indonesia dengan Singapura yang memiliki keterbatasan sumber daya alam, tetapi mampu memakmurkan rakyatnya.

Menurut Faisal, persoalan tersebut tidak terlepas dari ketidakseriusan dalam mengelola negara dan menjalankan hukum. Ia menyoroti berbagai persoalan di lembaga negara serta proses pemilihan pimpinan yang dinilainya perlu mendapat perhatian.

Karena itu, ia mengajak masyarakat mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto dalam penegakan hukum.

“Karena itu tak lain kita harus dukung pada saat ini apa yang telah dilangkah, apa yang telah ditempuh oleh Presiden kita Prabowo. Tegakkan hukum. Hukum harus ditegakkan, jangan ditunda-tunda,” ujarnya.

Sementara itu, pimpinan Persatuan Islam (Persis), Ustaz Faisal, menegaskan bahwa gerakan membela Indonesia harus melibatkan seluruh elemen bangsa, bukan hanya umat Islam.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan menjaga negara tidak boleh berhenti pada kelompok tertentu. Seluruh warga yang merasa sebagai anak bangsa harus ikut menjaga kemerdekaan dan mendukung pemerintahan yang sah.

“Perjuangan ini kita mulai dari sini. Kita akan memperjuangkan dan mendukung pemerintahan yang sah agar mereka tetap bisa menjalankan pemerintahan ini,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melawan pihak-pihak yang dinilai mengkhianati bangsa dan negara.

Dalam aksi tersebut, peserta menyuarakan lima tuntutan utama:

  1. Rakyat bersatu, membela Indonesia.
  2. Rakyat bersatu, melawan pengkhianat bangsa dan negara.
  3. Rakyat bersatu, melawan oligarki dan penguasaan asing atas aset negara.
  4. Rakyat bersatu, menegakkan Pasal 33 UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
  5. Rakyat bersatu, menegakkan hukum secara konsisten.

Melalui aksi tersebut, para ulama dan tokoh organisasi Islam menyerukan agar kecintaan terhadap Indonesia diwujudkan melalui persatuan, pembelaan terhadap kedaulatan negara, serta komitmen menegakkan hukum dan konstitusi. []

Back to top button