#Gencatan SenjataNASIONAL

Langgar Gencatan Senjata, Israel Masih Serang Warga Gaza termasuk Anak-anak

Media Israel melaporkan bahwa pasukan perlawanan menembakkan rentetan peluru ke arah kendaraan militer Israel, namun sumber-sumber perlawanan Palestina menolak klaim tersebut. Mereka menegaskan bahwa kendaraan itu kemungkinan meledak akibat ranjau darat lama yang tertanam selama perang, bukan karena serangan baru.

Retorika Agresif Israel

Di tengah meningkatnya korban sipil, Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz memperkeruh suasana dengan pernyataan provokatif di platform X.

“Hamas akan belajar dengan cara keras bahwa tentara Israel akan bertindak tegas melindungi prajuritnya. Setiap pelanggaran akan dibalas dengan kekuatan penuh,” tulisnya.

Pernyataan tersebut memicu kecaman luas dari kalangan pengamat dan aktivis kemanusiaan yang menilai Israel justru menggunakan alasan keamanan untuk menutupi pelanggaran gencatan senjata dan serangan terhadap warga sipil.

Pelanggaran yang Terus Berulang

Sejak gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan diberlakukan pada 10 Oktober 2025, Israel telah melakukan sedikitnya 47 pelanggaran yang terdokumentasi, menewaskan 38 warga Palestina dan melukai 143 lainnya dengan tingkat keparahan berbeda.

Serangan-serangan ini, menurut pakar hukum internasional, secara jelas melanggar resolusi gencatan senjata serta hukum humaniter internasional yang melindungi warga sipil di zona konflik.

Namun bagi rakyat Gaza, data itu bukan sekadar angka. Di setiap angka, ada nama, wajah, dan keluarga yang kehilangan segalanya. Dalam setiap reruntuhan, ada kisah seorang ibu yang memeluk jenazah anaknya, seorang ayah yang menggali puing dengan tangan kosong, dan seorang jurnalis yang mati membawa kamera di dadanya.

Gencatan senjata seharusnya memberi kehidupan, bukan alasan baru bagi pendudukan untuk menebar kematian.

sumber: infopalestina

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button