Mengapa Gaza Masih Menatap ke Laut untuk Kedamaian yang Sejati?
Mungkin telah ada gencatan senjata di darat, tetapi pengepungan belum berakhir. Kita masih membutuhkan armada kebebasan.
Sumud Flotilla adalah yang terbesar dalam sejarah gerakan ini, tetapi bukan soal berapa banyak kapal yang berlayar, berapa banyak orang di atasnya, atau berapa banyak bantuan yang mereka bawa. Ini tentang menyoroti Gaza — memastikan dunia tidak lagi bisa berpaling.
“All Eyes on Gaza” — demikian bunyi sebuah unggahan di akun Instagram resmi flotilla itu. Kalimat itu melekat di benakku; aku membacanya di malam yang sangat berat, ketika suara bom di Kota Gaza begitu memekakkan. Tak lama kemudian, aku terpaksa melarikan diri dari rumah karena serangan brutal Israel.
Israel menghentikan flotilla-flotilla itu. Mereka menyiksa dan mendeportasi para peserta. Mereka menyita bantuan. Mereka memang berhasil mencegah kapal-kapal itu mencapai pantai kami, tetapi mereka gagal menghapus pesan yang dibawanya — pesan perdamaian, pesan kebebasan, pesan yang telah kami nanti selama dua tahun yang panjang dan penuh penderitaan. Kapal-kapal itu ditangkap, tetapi solidaritasnya sampai kepada kami.
Aku menyimpan begitu banyak rasa syukur di hati untuk setiap orang yang ikut serta dalam armada kebebasan. Aku berharap bisa menjangkau mereka satu per satu — untuk mengatakan betapa besar arti keberanian, kehadiran, dan solidaritas mereka bagi diriku dan bagi kami semua di Gaza. Kami tidak akan pernah melupakan mereka. Kami akan membawa nama, wajah, dan suara mereka dalam hati kami selamanya.
Kepada mereka yang berlayar menuju kami: terima kasih. Kalian mengingatkan kami bahwa kami tidak sendirian.
Dan kepada dunia: kami masih berpegang pada harapan. Kami masih menunggu — masih membutuhkan — lebih banyak armada yang datang. Datanglah kepada kami. Bantu kami membebaskan diri dari penjara ini.
Pengeboman telah berhenti sekarang, dan aku hanya bisa berharap kali ini tidak akan berlanjut lagi beberapa minggu ke depan. Tapi kami masih belum memiliki kedamaian.
Pemerintah telah mengecewakan kami. Tapi rakyat tidak.
Suatu hari, aku tahu, kapal-kapal freedom flotilla itu akan mencapai pantai Gaza — dan kami akan merdeka. []
Sumber: Al Jazeera






