Minuman Diet vs Air Putih: Mana yang Lebih Efektif Turunkan Berat Badan?
Jakarta (Suaraislam.id) — Minuman diet tidak memberikan manfaat penurunan berat badan yang signifikan dibandingkan air putih pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Hal tersebut diungkapkan dalam penelitian terbaru dari Universitas Liverpool, Inggris.
Menurut publikasi EatingWell pada Sabtu (10/10), temuan tersebut berasal dari uji coba SWITCH yang melibatkan 493 orang dewasa selama 104 minggu. Peserta secara acak diminta mengonsumsi air putih atau minuman diet yang mengandung pemanis non-nutritif, seperti aspartam, asesulfam-K, atau sukralosa.
Hasil penelitian menunjukkan kelompok minuman diet mengalami penurunan berat badan rata-rata 4,8 kilogram, sedangkan kelompok air putih sebesar 3,7 kilogram. Namun, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik.
Kedua kelompok tersebut juga mengalami perbaikan serupa pada lingkar pinggang dan pinggul, komposisi tubuh, tekanan darah, serta kadar kolesterol.
Profesor Joanne Harrold dari Universitas Liverpool menyatakan bahwa hasil riset ini tidak mendukung kekhawatiran bahwa pemanis non-nutritif dapat mengganggu nafsu makan atau memicu kenaikan berat badan.
“Temuan ini menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang pemanis yang mengganggu nafsu makan atau menyebabkan penambahan berat badan tidak didukung ketika diuji dalam uji coba acak jangka panjang yang ketat,” kata Harrold.
Para peneliti berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dalam menyusun panduan serta kebijakan kesehatan masyarakat.
Meski demikian, penelitian ini menerima pendanaan dari American Beverage Association. Pendanaan industri dalam penelitian nutrisi perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi hasil yang menguntungkan produk pendana.
Selain itu, seluruh peserta mengikuti program manajemen berat badan terstruktur sehingga hasilnya belum tentu mencerminkan dampak konsumsi minuman diet dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian tersebut juga tidak dirancang untuk menilai dampak jangka panjang pemanis buatan terhadap kesehatan hati, mikrobioma usus, dan risiko penyakit kardiovaskular.
Dengan demikian, minuman diet dapat menjadi alternatif untuk mengurangi konsumsi gula. Namun, penelitian ini tidak menunjukkan keunggulan signifikan minuman diet dibandingkan air putih dalam membantu penurunan berat badan.[]
Sumber: ANTARA






