Jaga Otot, Rahasia Sehat Penurunan Berat Badan
Jakarta (SI Online) – Bagi penderita obesitas, upaya penurunan berat badan sangat krusial guna menekan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan jantung.
Namun, proses ini sering kali diikuti dengan penyusutan massa otot yang sebenarnya harus dihindari demi kesehatan jangka panjang.
Menjaga kualitas otot menjadi kunci utama agar hasil transformasi tubuh dapat bertahan lama dan tetap bugar.
Otot merupakan jaringan metabolik aktif yang terus membakar kalori bahkan ketika tubuh sedang beristirahat.
Penurunan berat badan drastis tanpa memperhatikan kesehatan otot justru berisiko memperlambat metabolisme dan membuat tubuh mudah lelah.
Tanpa strategi yang tepat, berat badan berpotensi kembali naik dengan cepat sesaat setelah program diet berakhir.
Mengombinasikan latihan beban dengan anjuran olahraga 150 menit per minggu sangat efektif untuk merangsang pertumbuhan sel otot.
Selain aktivitas fisik, pemilihan jenis obat pendukung penurunan berat badan juga memengaruhi komposisi tubuh secara signifikan.
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan semaglutide memiliki keunggulan dalam menjaga lean mass atau massa tanpa lemak dibandingkan terapi lainnya.
Para peneliti menekankan bahwa kesuksesan diet tidak hanya diukur dari angka pada timbangan, melainkan dari kualitas komposisi tubuh yang terjaga.
Kurangnya aktivitas fisik selama masa pengobatan diketahui meningkatkan risiko hilangnya jaringan otot yang berharga bagi metabolisme.
Sebagai bahan bakar utama pertumbuhan, tubuh membutuhkan asupan protein yang cukup untuk membangun kembali jaringan sel otot.
Pedoman kesehatan merekomendasikan orang dewasa untuk mengonsumsi setidaknya 0,8 gram protein per kilogram berat badan setiap harinya.
Agar massa otot tidak hilang terlalu cepat, proses penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkessukadanakota.org
Melakukan konsultasi dengan dokter profesional sangat disarankan guna menentukan program yang tepat dan aman bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.[]
sumber: kompas.com






