LAPSUS

MKD DPR Tolak Pengunduran Diri Saraswati Gerindra, Ternyata Gimik Belaka?

Dasco menyebut keputusan Mahkamah Partainya kemudian dikirim ke MKD DPR dan diputuskan bahwa Sara tak memenuhi dugaan pelanggaran untuk mundur.

“Nah keputusan Mahkamah Partai itu kemudian dikirim ke MKD. Yang kemudian setelah diperiksa oleh MKD, dan juga memang tidak ada pelaporan di MKD, ya akhirnya menguatkan putusan itu,” katanya.

Netizen; Ternyata Gimik Aja

Kabar ditolaknya pengunduran diri Saraswati kontan menuai kontroversi di media sosial. Tak sedikit netizen yang menilai hal ini sebagai drama atau bahkan gimik belaka.

“Wallah ternyata cuma gimik aja,” kata seorang netizen pemilik akun X @SudarsonoD58885.

“Ah…sandiwara apa lagi ini genrenya?,” tulis pemilik akun @embrodos.

“Wakakak drama doang,” kata akun @boahaya.

Bahkan ada akun yang langsung mengaitkan dengan keluarga Presiden Prabowo. “Drakor keluarga Prabowo…”.

Reaksi negatif netizen atas pengunduran diri Sara memang telah terjadi sejak ia menyampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @rahayusaraswati, pada Rabu (10/9/2025) lalu.

Saat itu bahkan netizen menduga pengunduran diri itu ada kaitannya dengan kursi Menpora yang kosong. Sara diduga akan ditunjuk Presiden Prabowo untuk menduduki jabatan tersebut.

Namun, dugaan itu dimentahkan Sara saat itu. Ia menyangkal dugaan itu. Anggota DPR dari Dapil I DKI Jakarta III itu mengatakan, keputusannya mundur sebagai Anggota DPR tidak ada kaitannya dengan peluang masuk kabinet.

“Ini tidak ada kaitannya dengan jabatan Menpora – kalau itu tujuannya, saya tidak perlu mundur dari DPR RI,” kata Sara melalui keterangan dalam sebuah unggahan di Instagram pada Senin, 15 September 2025.

Sara malah mengatakan, selama Prabowo menjabat sebagai presiden hampir mustahil dirinya akan menjadi menteri di kabinet.

“Di DPR yang di mana saya terpilih langsung oleh rakyat saja saya dituduh dapat karena saya keponakan, apalagi menteri,” tulis Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button