Mentan Amran Komitmen Bantu Sistem Irigasi dan Sektor Peternakan Pesantren eLKISI
Mojokerto (Suaraislam.id)-Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan komitmen kuat Kementerian Pertanian dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI.
Komitmen tersebut disampaikan melalui sambutan secara daring pada Forum Silaturahmi Nasional eLKISI yang berlangsung pada Ahad, 19 Juli 2026, di Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI, Mojokerto.
Menteri Pertanian mengawali sambutannya dengan menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir secara langsung akibat agenda kenegaraan di Istana. Ia menyampaikan salam hormat kepada keluarga besar pesantren serta mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut dalam mempererat ukhuwah dan membangun sinergi demi kemajuan umat.
Dalam sambutannya, Menteri Pertanian menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan pertanian nasional. Pesantren berperan strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, memberdayakan masyarakat, serta menggalakkan kemandirian ekonomi berbasis pertanian dan peternakan.
Dalam dialog bersama pengasuh pesantren, Menteri Pertanian mendapat informasi bahwa eLKISI mengelola lahan pertanian seluas kurang lebih 30 hektare. Lahan tersebut telah dimanfaatkan untuk budidaya padi dan tebu, dengan potensi pengembangan tebu mencapai 10 hektare.
Namun, pengelolaan lahan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber air akibat rendahnya curah hujan. Persoalan irigasi inilah yang menjadi fokus utama dalam pembahasan antara Menteri Pertanian dan pihak pesantren.
Komitmen Bantuan Kementerian Pertanian
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan satu unit pompa air untuk mendukung pengairan. Pihak pesantren dan instansi terkait diminta segera mengidentifikasi sumber air melalui pembangunan sumur dangkal atau alternatif lainnya.
Kementerian Pertanian juga menyerahkan dua unit traktor tangan (hand tractor) guna meningkatkan efisiensi pengolahan lahan. Selain itu, pemerintah memberikan dukungan pembiayaan penuh untuk pengolahan dan penanaman tebu pada lahan seluas 5 hektare.
Menteri Pertanian menugaskan Ali Agus untuk mencatat serta mengawal tindak lanjut seluruh komitmen bantuan tersebut. Seluruh program bantuan ditargetkan mulai terealisasi pada tahun 2026.
Dukungan Pengembangan Peternakan
Di sektor peternakan, pemerintah menyiapkan bantuan satu paket pengembangan 600 ekor ayam petelur melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Program ini diproyeksikan menghasilkan 500 hingga 550 butir telur per hari untuk mendukung kebutuhan pangan dan pendapatan pesantren.
Pemerintah juga akan menyerahkan bantuan 20 ekor ternak kambing beserta benih dan dukungan teknis lainnya. Seluruh bantuan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan berdasarkan hasil pembahasan teknis.
Forum menyepakati langkah tindak lanjut berupa pemetaan lahan dan pemetaan sumber air guna menyusun sistem irigasi. Selain itu, rencana teknis operasional pompa air, traktor tangan, serta penanaman tebu akan segera diselesaikan.
Koordinasi intensif terus dilakukan antara pihak Pesantren eLKISI, Ali Agus, Kementan, dan instansi teknis terkait. Pemantauan dan pelaporan berkala juga akan dijalankan sebagai bagian dari evaluasi program.






